Djibran, Umar (1998) Membangun manusia seutuhnya menurut al-Qur’an. ['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined] thesis, IAIN Sunan Ampel Surabaya.
Cover.pdf
Download (569kB) | Preview
Abstrak.pdf
Download (121kB) | Preview
Daftar Isi.pdf
Download (262kB) | Preview
Bab 1.pdf
Download (878kB) | Preview
Bab 2.pdf
Download (1MB) | Preview
Bab 3.pdf
Download (1MB) | Preview
Bab 4.pdf
Download (722kB) | Preview
Bab 5.pdf
Download (573kB) | Preview
Daftar Pustaka.pdf
Download (437kB) | Preview
Abstract
Allah SWT telah menciptakan manusia dalam kehidupan ini untuk tujuan dan tugas tertentu, yakni membangun manusia seutuhnya agar juga mereka menyembah dan berbakti kepada Allah SWT. Sehingga juga manusia diciptakannya untuk mentaati segala perintah dan meninggalkan larangannnya. Dua fungsi manusia tersebut akan dapat dipahami lagi dengan mudah bagi mereka yang faham terhadap agamanya dan mempunyai kekuatan iman serta mengetahui dan mengetahui tuntutan Allah SWT dan Rasul-Nya. Rumusan masalah penelitian ini adalah; 1. Bagaimana fungsi manusia sebagai hamba Allah dan manusia sebagai khalifah di muka bumi. 2. Bagaimana pendapat para ulama tentang manusia sebagai hamba Allah dan manusia sebagai khalifah dimuka bumi. 3. Bagaimana hakekat fungsi manusia. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah; 1. Fungsi manusia sebagai hamba Allah untuk beribadah kepada Allah dengan tunduk dan patuh sedang fungsi manusia sebagai khalifah Allah di muka bumi adalah untuk memakmurkan bumi-Nya dengan tidak melanggar aturan-aturan-Nya. 2. Dari berbagai pendapat para ulama’ dapat disimpulkan bahwa beribadah kepada Allah SWT, harus dilakukan dengan taat, tunduk dan patuh serta ikhlas hanya kepada Allah SWT. Ketaatan kepada Allah harus dilakukan dengan ibadah, yakni secara fertikal dan horizontal. Jadi baik fungsinya sebagai hamba Allah dan khalifah keduanya harus dilakukan dalam rangka ibadah manusia kepada Allah SWT. Fungsi manusia sebagai hamba Allah dan khalifah di muka bumi keduanya merupakan amanat Allah yang harus diterima oleh manusia. Dalam mewujudkan atau mencapai keberhasilan dalam menunaikan amanah Allah harus benar-benar mampu memahami kedua fungsi yang ada pada dirinya. Sebaliknya ketidakmampuan manusia dalam memahami fungsi dirinya berarti ketidaktahuan ataupun ketidakmauan mengikuti tuntutan Allah yaitu mengikuti kemauan syetan
| Item Type: | Thesis (['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined]) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | membangun manusia seutuhnya; al-Qur’an |
| Subjects: | Islam dan Humanisme Tafsir > Tafsir Al Qur'an |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Tafsir Hadis |
| Depositing User: | Editor : samid library.uinsby.ac.id |
| Date Deposited: | 06 Jun 2017 04:55 |
| Last Modified: | 06 Jun 2017 04:55 |
| URI: | http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/17149 |
