Pribadi, M. Sodik (1999) Studi korelasi antara tauhid dan demokrasi. ['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined] thesis, IAIN Sunan Ampel Surabaya.
Cover.pdf
Download (842kB) | Preview
Abstrak.pdf
Download (225kB) | Preview
Daftar Isi.pdf
Download (252kB) | Preview
Bab 1.pdf
Download (1MB) | Preview
Bab 2.pdf
Download (540kB) | Preview
Bab 3.pdf
Download (357kB) | Preview
Bab 4.pdf
Download (1MB) | Preview
Bab 5.pdf
Download (408kB) | Preview
Daftar Pustaka.pdf
Download (406kB) | Preview
Abstract
Demokrasi sebagai pandangan filsafat hidup yang menjunjung tinggi harkat kemanusiaan merupakan misi Ketuhanan untuk menyelamatkan kemnusiaan. Hal ini sejalan dengan tauhid yang merupakan ajaran pokok dan azas terpenting dalam Islam. Tauhid mengimplikasikan sikap hanya memutlakkan Allah saja dan menisbikan yang lainnya. Dengan kata lain tauhid mewujudkan sikap tidakmemutlakkan sesame manusia ataupun sesame makhluk, sehingga kesadaran sebagai sesame manusia dan makhluk akan menumbuhkan rasa saling menghargai dan menghormati dalam bentuk hubungan sosial yang harmonis dan demokratis. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah; 1. Bagaimanakah substansi yang terkandung dalam ajaran tauhid dan demokrasi. 2. Bagaimanakah relevansi antara Tauhid dan Demokrasi tersebut. Jenis pendekatan penelitian ini memakai pendekatan filosofis dengan menggunakan data kualitatif. Sedangkan metode pembahasannya menggunakan metode deskripsi, metode induksi, metode deduksi dan metode korelasi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah; 1. Tauhid yang merupakan ajaran pokok agama Islam mempunyai implementasi yang sangat besar dalam mengubah tatanan hidup sosial, bermasyarakat dan bernegara, karena dengan hanya mengesakan Allah akan tumbuh kesadaran dalam diri manusia, bahwa pada dasarnya manusia itu sederajat sehingga akan tertanam suatu rasa saling menghargai dan menghormatiyang termanifestasi dalam hubungan sosial yang harmonis dan demokratis. Sedangkan demokrasi yang muncul sebagai bentuk reaksi dan dekonstruksi terhadap system yang cenderung totaliter dan dictator memepunyai tujuan hakiki membentuk sebuah system apresiasif terhadap hak-hak asasi manusia sebagai makhluk hidup, baik sebagai individu dan maupun sebagai anggota kelompok sosial yang berdaulat dan bermartabat. 2. Relevansi antara tauhid dan demokrasi yaitu manusia dengan pemahaman tauhid akan mempunyai kesadaran bahwa diantara sesame manusia tidak mengenal kata diskriminasi dengan mengedepankan persamaan dan kebebasan, sebagai sebuah konsekuensi atas pengakuan bahwa kedudukan diatas manusia hanyalah Allah semata
| Item Type: | Thesis (['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined]) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | tauhid; demokrasi |
| Subjects: | Akhlak > Akhlak Mulia Demokrasi |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Aqidah Filsafat Islam |
| Depositing User: | Editor : samid library.uinsby.ac.id |
| Date Deposited: | 26 May 2017 07:24 |
| Last Modified: | 26 May 2017 07:24 |
| URI: | http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/17046 |
