Purwanto, Dedy (2012) Analisis Hybrid Contract di Bank Syariah Mandiri Surabaya menurut pandangan empat madzhab. ['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined] thesis, IAIN Sunan Ampel Surabaya.
Cover.pdf
Download (394kB) | Preview
Abstrak.pdf
Download (189kB) | Preview
Daftar Isi.pdf
Download (725kB) | Preview
Bab 1.pdf
Download (2MB) | Preview
Bab 2.pdf
Download (2MB) | Preview
Bab 3.pdf
Download (4MB) | Preview
Bab 4.pdf
Download (1MB) | Preview
Bab 5.pdf
Download (288kB) | Preview
Daftar Pustaka.pdf
Download (316kB) | Preview
Abstract
Skripsi ini hasil penelitian lapangan dengan permasalahan yang dibahas adalah bagaimana aplikasi hybrid contract di Bank Sayri 'ah Mandiri Surabaya, bagaimana pandangan empat mazhab terhadap aplikasi hybrid contract di Bank Syari'ah Mandiri Surabaya? Data penelitian diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Selanjutnya data tersebut dianalisis dengan metode deskriptif verifikatif. Sedangkan kesimpulannya dianalisis dengan menggunakan pola pikir deduktif. Hasil penelitian hybrid contract bahwa di dalam pembiayaan ini terdapat 3 jenis akad yaitu: Pertama, Akad qard, yang memberikan pembiayaan kepada rahin, dan rahin mengaku telah menerima pembiayaan clan berhutang kepada murtahin. Kedua, akad rahn, menjamin pelunasan hutang yang diberikan murtahin kepada rahin (berupa emas) sebagai barang jaminan, maka Rabin dengan ini mengikatkan diri untuk menyerahkan barang jaminan (marhun) dengan prinsip Ar-rahn (Gadai) kepada murtahin. Ketiga, Akad ijarah (jasa penyimpanan emas), rahin setuju untuk menyimpan marhun pada tempat penyimpanan yang dimiliki murtahin dengan ketentuan rahin membayar biaya pemeliharaan dan penyimpanan (ujrah). Kesimpulannya bahwa semua rukun dan syarat serta prosedur yang tedapat dalam ketentuan hukum Islam telah terpenuhi dalam praktik hybrid contract di Mandiri Syari'ah tersebut. Jadi, dalam pandangan hukum Islam praktik tersebut telah sah dan boleh untuk dilakukan. Pada produk hybrid contract di Bank Syariah Mandiri Surabaya terdapat 3 akad yang digunakan. Tiap akad tersebut telah memenuhi rukun dan syarat yang terdapat pada ketentuan hukwn Islam dan adanya kejelasan di antara ke tiga akad tersebut, yaitu akad qard berupa pinjaman uang kemudian disusul dengan akad rahn berupa penyerahan emas yang dibeli sebagai jaminan dari utangnya dan yang terakhir adalah akad ijarah yang timbul karena adanya sewa tempat yang digunakan untulc menyimpan emas. Sejalan dengan uaraian di atas, Dalam penerapan hybrid contract yang berlandaskan hokum Islam maka harus sesuai dengan sistem Islam tidak sekedar nama Mandiri Syari 'ah akan tetapi semua sistemnya harus sesuai dengan Islam. Mandiri Syari' ah Surabaya harus selalu memperbaharui sistem yang sekiranya terdapat perselisihan dengan sistem Islam.
| Item Type: | Thesis (['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined]) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Hybrid Contract; Bank Syariah Mandiri; empat madzhab |
| Subjects: | Bank Islam Fikih > Fikih Mazhab Empat |
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Ekonomi Syariah |
| Depositing User: | Editor : Abdun Nashir------ Information------library.uinsby.ac.id |
| Date Deposited: | 17 May 2017 08:01 |
| Last Modified: | 10 Sep 2024 04:06 |
| URI: | http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/16951 |
