Rahmawati, Susan (2017) Pola gerakan KSPSI (konfederasi serikat pekerja seluruh indonesia) cabang kota Surabaya dalam proses bargaining tuntutan kenaikan UMK tahun 2017 di kota Surabaya. ['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined] thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
Cover.pdf
Download (428kB) | Preview
Abstrak.pdf
Download (240kB) | Preview
Daftar Isi.pdf
Download (1MB) | Preview
Bab 1.pdf
Download (521kB) | Preview
Bab 2.pdf
Download (756kB) | Preview
Bab 3.pdf
Download (1MB) | Preview
Bab 4.pdf
Download (1MB) | Preview
Bab 5.pdf
Download (1MB) | Preview
Daftar Pustaka.pdf
Download (1MB) | Preview
Abstract
Penelitian ini merupakan gambaran pola gerakan KSPSI (Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia) Cabang Kota Surabaya dalam proses bargaining tuntutan kenaikan UMK tahun 2017 Kota Surabaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola gerakan KSPSI (Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia) Cabang Kota Surabaya dalam proses bargaining tuntutan kenaikan UMK tahun 2017 di Kota Surabaya. Penelitian ini dilakukan dengan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan teknik observasi dan wawancara narasumber yang terkait. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori atau konsep gerakan sosial. Teori atau konsep ini yakni bermakna aktivitas sosial berupa gerakan sejenis tindakan sekelompok yang merupakan kelompok informal yang berbentuk organisasi, berjumlah besar atau individu yang secara spesifik berfokus pada suatu isu-isu sosial atau politik dengan melaksanakan, menolak, atau mengkampanyekan sebuah perubahan sosial. Adapun subyek penelitian adalah Ketua KSPSI Cabang Kota Surabaya, Anggota APINDO Surabaya, dan Kepala Seksi Syarat Kerja dan Jamsostek Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pola gerakan KSPSI Cabang Kota Surabaya terdapat 3 proses yakni: Edukasi, Negosiasi, dan Aksi. Pertama, proses edukasi dimulai dengan memberikan pengarahan kepada para anggota KSPSI Cabang Kota Surabaya tentang hal-hal yang menyangkut hak dan kewajiban para pekerja dalam bentuk kegiatan seminar. Kedua, proses negosiasi yang fokus pada bargaining antara KSPSI, Pemerintah Provinsi dan APINDO dalam survei penentuan KHL (Kebutuhan Hidup Layak) agar dijadikan pedoman penetapan UMK Jawa Timur tahun 2017 dan juga dalam penyampaian tuntutan-tuntutan para pekerja. Ketiga, kegiatan aksi dilakukan pada saat tuntutan tidak terpenuhi sehingga melakukan demo sebagai wujud aksi kekecewaan dari para pekerja
| Item Type: | Thesis (['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined]) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | serikat pekerja; gerakan buruh; UMK |
| Subjects: | Serikat Pekerja |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Filsafat Politik Islam |
| Depositing User: | Rahmawati Susan |
| Date Deposited: | 12 May 2017 07:23 |
| Last Modified: | 12 May 2017 07:23 |
| URI: | http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/16902 |
