Larangan aktifitas Jemaat Ahmadiyah Indonesia; analisis terhadap Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomer: 188/94/KPTS/013/2011 dari perspektif konstitusi Indonesia dan hukum Islam

Suzaini, Achmad (2012) Larangan aktifitas Jemaat Ahmadiyah Indonesia; analisis terhadap Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomer: 188/94/KPTS/013/2011 dari perspektif konstitusi Indonesia dan hukum Islam. ['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined] thesis, IAIN Sunan Ampel Surabaya.

[thumbnail of Cover.pdf]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (246kB) | Preview
[thumbnail of Abstrak.pdf]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (141kB) | Preview
[thumbnail of Daftar Isi.pdf]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (202kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1.pdf]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (432kB) | Preview
[thumbnail of Bab 2.pdf]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (528kB) | Preview
[thumbnail of Bab 3.pdf]
Preview
Text
Bab 3.pdf

Download (511kB) | Preview
[thumbnail of Bab 4.pdf]
Preview
Text
Bab 4.pdf

Download (879kB) | Preview
[thumbnail of Bab 5.pdf]
Preview
Text
Bab 5.pdf

Download (137kB) | Preview
[thumbnail of Daftar Pustaka.pdf]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (143kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi atas maraknya sikap diskriminatif terhadap jemaat Ahmadiyah. Setelah meletus tindak kekerasan terhadap jemaat Ahmadiyah pada tanggal 28 Februari 2011 Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengeluarkan Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomer: 188/94/KPTS/013/2011 tentang larangan aktifitas jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) di Jawa Timur. Menilik latar belakang tersebut maka penulis mengajukan dua rumusan masalah: pertama bagaimana pandangan konstitusi Indonesia terhadap keputusan Gubernur Jawa Timur Nomer 188/94/KPTS/013/2011 tentang larangan aktifitas jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI)? Kedua, bagaimana pandangan hukum Islam terhadap keputusan Gubernur Jawa Timur Nomer: 188/94/KPTS/013/2011 tentang larangan aktifitas jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI)?. Hasil penelitian dari perspektif konstitusi Indonesia pertama isi SK bertentangan dengan UUD 1945 tantang kebebasan beragama dan HAM. Kedua SK bertentangan dengan UU No. 39 tahun 1999 tentang HAM. Ketiga hasil perspektif dari SK menimbulkan penerjemahan dalam UUD 1945 menjadi saling bertentangan antara 28E tentang kebebasan beragama dan 28 I tentang HAM. Sedangkan dari perspektif hukum Islam pertama SK tersebut bertentangan dengan al Qur’an dan As Sunnah. Kedua berdasarkan kedua perspektif hukum Islam Gubernur diarahkan menggelar dialog public dengan menggunakan nara sumber dari JAI yang difasilitasi pemerintah dan menghindari pencekalan, tindak kekerasan, diskriminasi ataupun pelarangan aktifitas JAI.

Item Type: Thesis (['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined])
Uncontrolled Keywords: Jemaat Ahmadiyah Indonesia
Subjects: Hukum Islam
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Siyasah Jinayah
Depositing User: Users 71 not found.
Date Deposited: 12 May 2017 01:21
Last Modified: 12 May 2017 01:21
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/16879

Actions (login required)

View Item
View Item