Analisis terhadap putusan pengadilan agama Surabaya nomor: 566/Pdt.P/2010/PA. Sby tentang isbat nikah bagi orang tua yang telah meninggal dunia tanpa akta nikah

Yusuf, Mochammad (2012) Analisis terhadap putusan pengadilan agama Surabaya nomor: 566/Pdt.P/2010/PA. Sby tentang isbat nikah bagi orang tua yang telah meninggal dunia tanpa akta nikah. ['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined] thesis, IAIN Sunan Ampel Surabaya.

[thumbnail of Cover.pdf]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (165kB) | Preview
[thumbnail of Abstrak.pdf]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (174kB) | Preview
[thumbnail of Daftar Isi.pdf]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (982kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1.pdf]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (1MB) | Preview
[thumbnail of Bab 2.pdf]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (3MB) | Preview
[thumbnail of Bab 3.pdf]
Preview
Text
Bab 3.pdf

Download (1MB) | Preview
[thumbnail of Bab 4.pdf]
Preview
Text
Bab 4.pdf

Download (1MB) | Preview
[thumbnail of Bab 5.pdf]
Preview
Text
Bab 5.pdf

Download (549kB) | Preview
[thumbnail of Daftar Pustaka.pdf]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (652kB) | Preview

Abstract

Skripsi ini merupakan hasil penelitian dokumentasi yang bertujuan menjawab pertanyaan tentang apa yang menjadi dasar hukum hakim PA Surabaya tentang istbat nikah bagi orang tua yang telah meninggal dunia tanpa akad nikah dan apa yang menjadi alasan majlis hakim PA Surabaya tentang penetapan istbat nikah bagi orang tua yang telah meninggal dunia tanpa akad nikah.
Data penelitian dihimpun dari dokumen yang berupa Salinan putusan serta literature pendukung yang relevan terhadap permasalahan tersebut.
Peneliti menyimpulkan bahwa majelis hakim Pengadilan Agama Surabaya menggunakan pasal 7 ayat (3) huruf a KHI untuk memutuskan perkara isbat nikah ini menurut penulis lebih sesuai dengan pasal 7 ayat (3) huruf d KHI. Hal ini karena pasal 7 ayat (3) huruf a alasan yang dipakai adalah adanya perkawinan dalam rangka penyelesaian perceraian, akan tetapi dalam kasus yang terjadi adalah perkawinan yang dilakukan oleh orang tua para pemohon dilaksanakan pada tahun 1946 sehingga akan lebih tepat jika menggunakan pasal 7 ayat (3) huruf d. Walaupun dari hasil putusan tidak berdampak pada para pemohon akan tetapi dengan menggunakan dasar hukum yang tepat akan menjadi tepat pula putusan yang dikeluarkan oleh pengadilan. Untuk itu, dalam memberikan putusan seyogyanya majlis hakim lebih memikirkan dasar hukum yang lebih tepat akan dipakai dalam memutuskan perkara.

Item Type: Thesis (['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined])
Uncontrolled Keywords: Putusan; Pengadilan Agama; Isbat nikah
Subjects: Hukum Islam > Perkawinan
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga Islam
Depositing User: Users 71 not found.
Date Deposited: 09 May 2017 04:19
Last Modified: 09 May 2017 04:19
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/16845

Actions (login required)

View Item
View Item