Surbakti, Ali (2017) Komunikasi oganisasi tata kerja di Polsek Wonocolo. ['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined] thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
Cover.pdf
Download (963kB) | Preview
Abstrak.pdf
Download (126kB) | Preview
Daftar Isi.pdf
Download (232kB) | Preview
Bab 1.pdf
Download (2MB) | Preview
Bab 2.pdf
Download (3MB) | Preview
Bab 3.pdf
Download (3MB) | Preview
Bab 4.pdf
Download (1MB) | Preview
Bab 5.pdf
Download (348kB) | Preview
Daftar Pustaka.pdf
Download (348kB) | Preview
Abstract
Ada satu persoalan yang akan dikaji oleh peneliti dalam skripsi ini, yaitu bagaimana proses Komunikasi Organisasi Tata Kerja di Polsek Wonocolo, Surabaya. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan Komunikasi Organisasi Tata Kerja yang berlangsung dalam Satuan Kepolisian Sektor Wonocolo.
Untuk mengungkap persoalan tersebut secara menyeluruh dan mendalam, maka peneliti melakukan pengkajian dengan metode deskriptif kualitatif. Sesuai dengan permasalahan tersebut maka teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam, kajian keabsahan data melalui ketekunan pengamatan untuk memberikan fakta dan data yang valid mengenai Komunikasi Organisasi Tata Kerja di Polsek Wonocolo, Surabaya.
Dari penelitian ini ditemukan bahwa proses komunikasi organisasi tata kerja di Polsek Wonocolo terbagi menjadi dua bentuk, yaitu komunikasi formal dan komunikasi informal. Tata kerja dibagi secara structural yang memiliki tugas dan fungsi masing-masing yang saling bergantung, yaitu: Kapolsek, Wakapolsek, Ps. Kanit Provos, Ps. Kasium, Ur. Renmin, Ur. Taud, Ur. Tahti, Ps. Kasihumas, Ps. Kasikum, Ps. KA SPKT, Kanit Intelkam, Kanit Reskrim, Kanit Binmas, Kanit Sabhara, Kanit Lantas. Bertujuan untuk mewujudkan visi, misi dan tujuan organisasi, maka perlu memaksimalkan komunikasi internal dalam organisasi. Untuk menciptakan komunikasi organisasi yang efektif dan efisien maka bagian humas memiliki peranan aktif sebagai mediator dalam arus komunikasi, mengatur penyebaran informasi baik pesan yang bersifat umum yang dapat diketahui oleh semua jajaran anggota kepolisian dan masyarakat maupun pesan yang bersifat rahasia dan hanya dapat diketahui oleh pihak-pihak terkait dalam institusi kepilisian. Komunikasi merupakan unsur yang penting dalam suksesnya kinerja anggota dalam organisasi, komunikasi yang dilakukan dengan baik dan benar dapat menumbuhkan rasa memiliki organisasi yang dapat menambah kualitas kerja anggota dalam melaksanakan kewajibannya sesuai dengan Standar Operasional Prosedur yang telah ditentukan dalam organisasi kepolisian. Dengan adanya Standar Operasional Prosedur tersebut diharapkan dapat memberi pelayanan yang baik selaku aparatur penegak hukum yang bertugas melayani masyarakat. Pelayanan yang baik kepada masyarakat melahirkan citra positif bagi kepolisian khususnya di wilayah Wonocolo dan umumnya institusi kepolisian Indonesia.
Dari hasil penelitian ini, dapat ditarik kesimpulan bahwa institusi kepolisian merupakan sebuah organisasi yang beroperasi secara sistematis dengan tata kerja yang saling berkaitan antara devisi (bagian) yang satu dengan yang lainnya. Standar Operasional Prosedur yang menjadi acuan dalam bertugas sebagai aparatur penegak hukum yang melayani masyarakat, merupakan bukti nyata bahwa kepolisian Indonesia selalu berusaha memperbaiki kualitas pelayanan kepada masyarakat demi terwujudnya Kepolisian yang professional, modern, dan bermoral sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
| Item Type: | Thesis (['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined]) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Komunikasi Organisasi; Tata Kerja |
| Subjects: | Ilmu Komunikasi Manajemen Komunikasi Manajemen Informasi Kepemimpinan |
| Divisions: | Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Ilmu Komunikasi |
| Depositing User: | Surbakti Ali |
| Date Deposited: | 08 May 2017 01:13 |
| Last Modified: | 08 May 2017 01:13 |
| URI: | http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/16811 |
