Majlis Lima Pilar dan eksistensi pondok pesabtren: studi kasus di Pondok Pesantren Assalafi al Fithrah

Kunawi, Kunawi (2017) Majlis Lima Pilar dan eksistensi pondok pesabtren: studi kasus di Pondok Pesantren Assalafi al Fithrah. Masters thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[thumbnail of Cover .pdf]
Preview
Text
Cover .pdf

Download (2MB) | Preview
[thumbnail of Abstrak.pdf]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (487kB) | Preview
[thumbnail of Daftar Isi.pdf]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (253kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1.pdf]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (795kB) | Preview
[thumbnail of Bab 2.pdf]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (685kB) | Preview
[thumbnail of Bab 3.pdf]
Preview
Text
Bab 3.pdf

Download (473kB) | Preview
[thumbnail of Bab 4.pdf]
Preview
Text
Bab 4.pdf

Download (1MB) | Preview
[thumbnail of Bab 5.pdf]
Preview
Text
Bab 5.pdf

Download (227kB) | Preview
[thumbnail of Daftar Pustaka.pdf]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (475kB) | Preview

Abstract

Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan agama Islam yang tumbuh dan berkembang di masyarakat. Dalam pesantren harus terpenuhi 5 unsur yang menjadikan lembaga tersebut dikatakan pondok pesantren, yaitu kyai, santri, asrama, masjid dan kitab. Kyai sebagai pendiri dan pimpinan tunggal dalam pesantren memiliki peran utama terhadap perkembangan pesantren. ketika Kyai tersebut meninggal dunia dan putra-putrinya belum ada yang menggantikan karena masih remaja atau karena tidak punya keturunan, maka hal ini menjadi problem tersendiri, tidak jarang pesantren tersebut akan mengalami penurunan jumlah santri, sarana prasarana terbengkalai dan lain sebagainya. Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah pasca wafatnya KH. Achmad Asrori al Ishaqy selaku pendiri dan pengasuh, tidak mengalami penurunan jumlah santri maupun kekurangan sarana prasaran, bahkan santri semakin banyak, srana prasarana semakin, mutu santripun meningkat. Hal ini karena sebelum meninggal KH. Achmad Asrori al Ishaqy telah mewarisi lima pilar sebagai wadah untuk meneruskan perjuangannya. Berdasarkan uraian tersebut, dipandang urgen untuk meneliti tentang apa majlis lima pilar, hubungan majlis lima pilar dalam kaitan manajemen pondok pesantren Assalafi Al fithrah, serta bagaimana majlis lima pilar dalam mepertahankan eksistensi Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya. Metode atau pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah “Pendekatan Kualitatif“ yaitu penelitian yang berlandaskan objek alamiah atau “Metode Naturalistik”. Dikatakan Naturalistik karena obyek alamiah berkembang apa adanya, tidak dimanipulasi oleh peneliti, dan data lain yang mendukung terutama yang terkait dengan lima pilar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Majlis Lima Pilar adalah lembaga atau elemen warisan KH. Achmad Asrori al Ishaqy yang dalam sisi manajemen lebih sebagai kontrol dan masing-masing pilar memiliki peran yang sangat penting terhadap eksistensi Pondok Pesantren Assalafi Al fithrah. pasca wafatnya KH. Achmad Asrori al Ishaqy sebagai pendiri sekaligus pengasuh.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah; Majlis lima pilar; eksistensi
Subjects: Pesantren
Divisions: Program Magister > Pendidikan Agama Islam
Depositing User: Kunawi Kunawi
Date Deposited: 20 Apr 2017 03:25
Last Modified: 15 Aug 2017 04:16
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/16121

Actions (login required)

View Item
View Item