Ahmada, Robbah Munjiddin (2017) Relasi kuasa Nahdlatul Ulama (NU) dan politik pasca-reformasi: studi kasus NU Jawa Timur tahun 2004-2014. ['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined] thesis, UIN Sunan Ampel.
Cover.pdf
Download (1MB) | Preview
Abstrak.pdf
Download (207kB) | Preview
Daftar Isi.pdf
Download (86kB) | Preview
Bab 1.pdf
Download (182kB) | Preview
Bab 2.pdf
Download (146kB) | Preview
Bab 3.pdf
Download (171kB) | Preview
Bab 4.pdf
Download (196kB) | Preview
Bab 5.pdf
Download (91kB) | Preview
Daftar Pustaka.pdf
Download (115kB) | Preview
Abstract
Penelitian ini berjudul RELASI KUASA NAHDLATUL ULAMA (NU) DAN POLITIK PASCA-REFORMASI (Studi Kasus NU Jawa Timur Tahun 2004-2014). Rumusan masalah yang diketengahkan dalam penelitian ini adalah apa bentuk relasi kuasa NU dan politik pasca-reformasi, bagaimana proses terbentuknya relasi, dan prospek relasi dalam suksesi kepemimpinan politik ke depan. Tujuan dari penelitin ini adalah untuk mengklasifikasikan bentuk relasi kuasa NU dan politik pasca-reformasi, mendeskripsikan proses terbentunya relasi kuasa NU dan politik pasca-reformasi, dan menganalisis prospek relasi kuasa NU dan politik dalam suksesi kepemimpinan politik ke depan.Adapun metode penelitian dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, jenis penelitian studi kasus (case study). Studi kasus merupakan tipe pendekatan dalam penelitian yang penelahaannya kepada suatu kasus dilakukan secara intensif, mendalam, mendetail, dan komprehensif.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pasca-reformasi ada relasi antara NU Jawa Timur dan Politik berbentuk relasi non-institusional yakni berperannya kiai struktural PWNU Jawa Timur dalam pemenangan pasangan Mega-Hasyim pada Pilpres 2004, dan relasi institusional yakni pada rekomendasi PWNU Jawa Timur terhadap calon anggota DPD pada Pileg 2014. Berpijak pada Teori Pilihan Rasional Baert dan Teori Politik Jawa Anderson, relasi ini terbentuk sebab rasionalitas NU Jawa Timur yang ditopang dengan kultur Jawa yang melingkupi Jawa Timur. Atau bisa disebut, terbentuk sebab sisi rasional dan kultural. Berkenaan dengan prospek relasi, masih akan tetap muncul. Hal ini dikarenakan, pertama, kepercayaan/ajaran di internal NU berupa pemaknaan politik, hubungan kiai dengan politik, khittah NU dan cara berkhidmah kader NU yang terjun dalam politik praktis. Kedua, “terlembaganya” paduan Islam-Jawa. Ketiga, peran pesantren dalam konfigurasi politik yang masih belum beranjak dari vote-getter dan penyedia sumber daya untuk mengisi pos politik.
Kata Kunci: relasi, NU, politik, Jawa Timur
| Item Type: | Thesis (['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined]) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Relasi; NU; Politik; Jawa Timur |
| Subjects: | Politik > Politik Islam |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Filsafat Politik Islam |
| Depositing User: | Ahmada Robbah Munjiddin |
| Date Deposited: | 03 Mar 2017 07:57 |
| Last Modified: | 13 Jun 2017 05:13 |
| URI: | http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/15851 |
