DIALEKTIKA TAFSIR AL-QUR'AN DAN BUDAYA MADURA DALAM TAFSIR ALQUR'ANUL KARIM NURUL HUDA KARYA MUDHAR TAMIM

Kamil, Ahmad Zaidanil (2017) DIALEKTIKA TAFSIR AL-QUR'AN DAN BUDAYA MADURA DALAM TAFSIR ALQUR'ANUL KARIM NURUL HUDA KARYA MUDHAR TAMIM. ['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined] thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[thumbnail of Cover.pdf]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (548kB) | Preview
[thumbnail of Abstrak.pdf]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (297kB) | Preview
[thumbnail of Daftar Isi.pdf]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (365kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1.pdf]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (388kB) | Preview
[thumbnail of Bab 2.pdf]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (431kB) | Preview
[thumbnail of Bab 3.pdf]
Preview
Text
Bab 3.pdf

Download (503kB) | Preview
[thumbnail of Bab 4.pdf]
Preview
Text
Bab 4.pdf

Download (478kB) | Preview
[thumbnail of Bab 5.pdf]
Preview
Text
Bab 5.pdf

Download (310kB) | Preview
[thumbnail of Daftar Pustaka.pdf]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (333kB) | Preview

Abstract

Karya tafsir pada dasarnya merupakan sebuah produk budaya yang lahir dari proses dialektika antara penafsir dengan budaya yang melingkupinya di satu pihak dan dialognya dengan al-Qur’an di pihak lain. Salah satu karya tafsir yang lahir dari proses dialektika tersebut yaitu tafsir Alqur’anul Karim Nurul Huda karya Mudhar Tamim, yang ditulis dalam lingkup sosial budaya Madura. Oleh karena itu, penelitian ini diorientasikan untuk menjawab permasalahan tentang motif Mudhar Tamim menulis tafsir Alqur’anul Karim Nurul Huda, metodologi yang digunakan dalam penafsirannya serta bagaimana pola dialektika antara tafsir Alqur’anul Karim Nurul Huda dan Budaya Madura?Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang datanya bersumber dari kepustakaan (library research) dan wawancara. Untuk mengungkap dialektika tafsir Alqur’anul Karim Nurul Huda dengan budaya Madura, peneitian ini dikaji dengan kerangka teori enkulturasi budaya dengan pendekatan historis-antropolgis. Wujud dialektika tersebut kemudian dikeompokkan ke dalam beberapa pola dialektika, yaitu pola adoptive-complement, destructive dan adoptive-reconstructive. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tujuan Mudhar Tamim menulis tafsir Alqur’anul Karim Nurul Huda adalah dalam rangka “mengawal” program REPELITA (Rencana Pembangunan Lima Tahun) yang dicanangkan oleh pemerintahan Orde Baru serta upaya khidmatnya terhadap kitab al-Qur’an dalam rangka memperluas dan mengokohkan keyakinan terhadap ajaran Islam. Metode yang digunakan Mudhar Tamim dalam tafsirnya yaitu metode tah}li@li@ yang berbentuk ra’y dengan corak sosial kemasyarakatan dan corak fikih. Dialektika tafsir al-Qur’an dan budaya Madura membentuk beberapa pola dialektika. Pertama, pola adoptive-complement yang menunjukkan sikap apresiatif dan menerima berlakunya budaya yang berlaku di Madura. Termasuk dalam kategori ini yaitu pelestarian stratifikasi bahasa dan tradisi bermadzhab. Kedua, pola destructive yang diartikan sebagai penolakan terhadap berlakunya budaya yang berlaku. Dalam hal ini budaya Madura yang ditolak keberlakuannya oleh Mudhar Tamim yaitu sikap taklid buta terhadap sosok kiai serta praktek-praktek yang berlaku dalam tarekat. Ketiga, pola adoptive-reconstructive yang diartkan sikap menerima terhadap tradisi, tetapi memodifikasinya sedemikian rupa sehingga berubah karakter dasarnya. Sikap ini ditunjukkan oleh upaya Mudhar Tamim merekonstrusi budaya politik masyarakat Madura.

Item Type: Thesis (['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined])
Uncontrolled Keywords: Dialektika; Budaya; Mudhar Tamim; Alqur’anul Karim Nurul Huda.
Subjects: Tafsir
Budaya
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Ilmu Alquran dan Tafsir
Depositing User: Kamil Ahmad Zaidanil
Date Deposited: 01 Mar 2017 04:43
Last Modified: 01 Mar 2017 04:43
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/15795

Actions (login required)

View Item
View Item