Puteri, Perdana Aysha (2017) MAKNA KATA ISLAM DALAM AL QURAN DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PANDANGAN KEBERAGAMAAN UMAT. ['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined] thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
Cover.pdf
Download (990kB) | Preview
Abstrak.pdf
Download (223kB) | Preview
Daftar Isi.pdf
Download (221kB) | Preview
Bab 1.pdf
Download (562kB) | Preview
Bab 2.pdf
Download (680kB) | Preview
Bab 3.pdf
Download (931kB) | Preview
Bab 4.pdf
Download (364kB) | Preview
Daftar Pustaka.pdf
Download (462kB) | Preview
Abstract
Kata atau istilah yang dipakai dalam Alquran sangat berhubungan erat dengan kondisi sosial yang membangun makna terhadap suatu kata atau istilah di benak masyarakat pada masa dan tempat Alquran turun. Seiring dengan berjalannya waktu yang terpaut panjang antara masa turunnya ayat dan masa juga tempat seorang mufasir atau pembaca hidup menciptakan perubahan pemahaman terhadap makna suatu kata. Hal tersebut tidak dapat dihindari sebagai konsekuensi dari penggunaan kata yang terus-menerus pada konteks yang beragam. Pergeseran makna merupakan salah satu dari penyebab adanya perbedaan para mufasir dalam menafsirkan suatu kata. Latar belakang kehidupan sosial-keagamaan, konsentrasi pada suatu keilmuan, dan perbedaan pendapat dalam menilai kedudukan suatu ayat atau suatu kata dalam ayat sangatlah berpengaruh. Beberapa aspek tersebut menentukan hasil penafsiran dan fokus pembahasan yang diangkat sebagai pesan yang dianggap penting dari suatu ayat. Perbedaan yang tercipta menimbulkan dampak yang signifikan terhadap pandangan kehidupan beragama seseorang. Salah satunya adalah perbedaan pemahaman terhadap kata al-islam, yang diambil dari akar kata salima. Penafsiran yang beragam dari kata tersebut beserta kata-kata yang seakar dengannya tampak dalam Jami‘ al-Bayan ‘an Ta’wil ‘ay al-Qur’an karya al-Tabari, al-Jami‘ li ’Ahkam al-Qur‘an karya al-Qurtubi, Tafsir Al-Azhar karya HAMKA, Tafsir Al-Misbah karya M. Quraish Shihab, Tafsir al-Qur’an al-Hakim karya Muhammad Rashid Rida, Tafsir al-Qur’an al-‘Azim karya Ibnu Kathir. Penafsiran yang lahir membentuk keragaman pemahaman terhadap makna kata al-islam dalam Alquran, yang pada akhirnya mengerucut pada dua macam pandangan dalam beragama yaitu pandangan yang inklusif dan pandangan yang eksklusif. Pada titik yang ekstrim perbedaan ini mengantarkan pada perbedaan dalam menentukan kriteria siapa yang disebut sebagai orang beriman dan siapa orang yang berada di luar keimanan, atau kafir. Pandangan keberagamaan yang inklusif cenderung menetapkan kriteria yang lebih substantif, sedangkan pandangan keberagamaan yang eksklusif cenderung pada kriteria yang formalistik. Dengan demikian, pandangan inklusif menjadikan pelakunya cenderung toleran dan ramah terhadap keragaman agama, sedangkan pandangan eksklusif cenderung intoleran dan menolak keberadaan agama lain.
| Item Type: | Thesis (['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined]) |
|---|---|
| Subjects: | Toleransi Islam |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Ilmu Alquran dan Tafsir |
| Depositing User: | Puteri Perdana Aysha |
| Date Deposited: | 22 Feb 2017 01:45 |
| Last Modified: | 22 Feb 2017 01:45 |
| URI: | http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/15362 |
