Relasi agama dan negara: studi pemikiran Taqiyyudin Al Nabhani dan Zainal Abidin Ahmad

Prabowo, Dadang (2016) Relasi agama dan negara: studi pemikiran Taqiyyudin Al Nabhani dan Zainal Abidin Ahmad. Masters thesis, UIN Sunan Ampel.

[thumbnail of Cover.pdf]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (996kB) | Preview
[thumbnail of Abstrak.pdf]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (203kB) | Preview
[thumbnail of Daftar Isi.pdf]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (431kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1.pdf]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (2MB) | Preview
[thumbnail of Bab 2.pdf]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (3MB) | Preview
[thumbnail of Bab 3.pdf]
Preview
Text
Bab 3.pdf

Download (1MB) | Preview
[thumbnail of Bab 4.pdf]
Preview
Text
Bab 4.pdf

Download (4MB) | Preview
[thumbnail of Bab 5.pdf]
Preview
Text
Bab 5.pdf

Download (1MB) | Preview
[thumbnail of Bab 6.pdf]
Preview
Text
Bab 6.pdf

Download (530kB) | Preview
[thumbnail of Daftar Pustaka.pdf]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (775kB) | Preview

Abstract

Pembahasan relasi agama dan negara menjadi isu sentral dan penting dalam kehidupan bernegara, khususnya negara mayoritas berpenduduk muslim. Arus modernisasi yang datang dari dunia Barat, terutama dalam hal tatanan politik dan kenegaraan telah mengundang rasa simpatik sebagian pemikir Islam dan berusaha mengawinkannya dengan pemikiran politik Islam, di lain sisi ada sebagain pemikir muslim yang menuduh Barat dengan ide demokrasi dan tata pemerintahan sekular yang banyak diadopsi oleh dunia Islam sebagai akibat kemunduran umat Islam. Berdasarkan landasan di atas, penelitian ini diberi judul relasi agama dan negara: studi pemikiran Taqiyyuddin al-Nabhani dan Zainal Abidin Ahmad. Kelompok pertama dalam pembahasan ini diwakili oleh Zainal Abidin Ahmad dan kelompok kedua diwakili oleh Taqiyyuddin al-Nabhani. Dalam jenis penelitian ini, peneliti menggunakan metode pustaka (library research), yaitu penelitian yang menjadikan bahan pustaka sebagai sumber (data) utama. Selain itum penelitian ini juga termasuk historis factual, sebab yang menjadi obyek penelitiannya adalah pemikiran tokoh, Taqiyyudin al-Nabhani dan Zainal Abidin Ahmad. Sifat dari penelitian ini adalah deskriptif, analisis dan komparatif. Pendekatan yang dipakai dalam meneliti pemikiran kedua tokoh tersebut adalah pendekatan tiga dimensi. Pendekatan tiga dimensi adalah pendekatan yang menyingkap dan meneliti pemikiran tokoh yang mencakup tiga hal. Pertama, pendekatan individual, pendekatan ini berusaha menjelaskan tentang kondisi tokoh dilihat dari latar belakang akademis dan pendidikannya, kedua, pendekatan kondisi lingkungan (local condition) yaitu pendekatan yang digunakan untuk melihat pengaruh lingkungan sosial, politik dan budaya dimana tokoh hidup berpengaruh terhadap pemikirannya, dan yang ketiga, pendekatan kondisi global, dimana suasana dunia global pada saat itu berpengaruh dalam mengkonstruk pemikiran tokoh. Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti, maka diperoleh hasil; Taqiyyudin al-Nabhani lebih cenderung kepada sikap integralistik dalam relasi agama dan negara (al-Islam din wa dawlah), sedangkan Zainal Abidin Ahmad lebih bersikap moderat dengan bersikap akomodatif terhadap nilai-nilai di luar Islam yang sesuai dengan ajaran Islam. Taqiyyudin al-Nabhani menghendaki restorasi sistem khilafah pada masa sahabat pada masa kini dan diterapkan dalam negara-negara Islam untuk mencapai kejayaan Islam, sedangkan Zainal Abidin Ahmad lebih menerima sistem demokrasi dan disesuaikan dengan nilai-nilai Islam.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Agama; negara
Subjects: Islam
Pemikiran
Divisions: Program Magister > Dirasah Islamiyah
Depositing User: Prabowo Dadang
Date Deposited: 07 Feb 2017 04:34
Last Modified: 16 Oct 2024 02:10
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/14981

Actions (login required)

View Item
View Item