Fais, Moh. (2017) Implikasi perkawinan karena dijodohkan terhadap keluarga yang sakinah, ditinjau dari perspektif hukum Islam: studi kasus di Desa Bilapora Rebba Kecamatan Lenteng Kabupaten Sumenep. ['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined] thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
Moh. Fais_C01212083 ok.pdf
Download (4MB)
Abstract
Perkawinan harus berdasarkan persetujuan kedua belah pihak secara utuh, bahwa mereka melakukan perkawinan berdasarkan cinta dan kasih sayang yang tulus. Bahkan seorang wali tidak boleh memaksa anaknya untuk menikah pada orang yang memang tidak mereka cintai. Dalam Penelitian ini disimpulkan: Atas perjodohan yang marak terjadi, ternyata banyak yang tidak bisa membangun keluargnya yang sakinah, mawaddah dan rahmah, Bahkan ada yang sampai cerai karena perkawinanya dilakukan dengan paksa, Ditemukan 7 fenomena perceraian karena sistem perjodohan di Desa Bilapora Rebba,Kecamtan, lenteng, Kabupaten, Sumenep. Selain dari pada itu, Hukum Islam tiak membolehkan atas setiap perjodohan yang mengandung unsur paksaan itu. Bahkan Seorang wali tidak boleh semena-mena terhadap anak perempuan atau laki-laki yang berada di bawah perwaliannya, baik untuk memaksa menikah dengan pilihan wali atau sebaliknya enggan menikahkan karena tidak sesuai dengan pilihan wali.
| Item Type: | Thesis (['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined]) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Perkawinan; jodoh; keluarga sakinah |
| Subjects: | Keluarga > Keluarga Islam Nikah |
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga Islam |
| Depositing User: | Fais Moh |
| Date Deposited: | 03 Feb 2017 02:30 |
| Last Modified: | 02 Aug 2024 03:40 |
| URI: | http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/14965 |
