Putri, Alfa Jannati Wafda Adwin (2017) TERAPI BERFIKIR POSITIF TERHADAP ORANGTUA YANG MEMILIKI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS AUTIS DI SLB PGRI GENTENG BANYUWANGI. ['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined] thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
Cover.pdf
Download (860kB) | Preview
Abstrak.pdf
Download (360kB) | Preview
Daftar Isi.pdf
Download (480kB) | Preview
Bab 1.pdf
Download (839kB) | Preview
Bab 2.pdf
Download (648kB) | Preview
Bab 3.pdf
Download (906kB) | Preview
Bab 4.pdf
Download (534kB) | Preview
Bab 5.pdf
Download (378kB) | Preview
Daftar Pustaka.pdf
Download (539kB) | Preview
Abstract
Fokus penelitian ini adalah (1) Bagaimana Proses Terapi Berfikir Positif Terhadap Orangtua Yang Memiliki Anak Berkebutuhan Khusus Autis di SLB PGRI Genteng Banyuwangi?, (2) Bagaimana hasil pelaksanaan Terapi Berfikir Positif Terhadap Orangtua Yang Memiliki Anak Berkebutuhan Autis di SLB PGRI Genteng Banyuwangi? Dalam menjawab permasalahan tersebut, peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus kemudian dianalisa dengan menggunakan analisa deskriptif komparatif sedangkan dalam mengumpulkan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi, setelah data terkumpul kemudian dianalisis untuk mengetahui proses Terapi Berfikir Positif dilakukan dengan membandingkan antara sebelum diberikan terapi dan sudah diberikan terapi. Proses Terapi Berfikir Positif melalui langkah-langkah identifikasi masalah, diagnosa, prognosa terapi/ treatment dan evaluasi/ follow up. Pada penelitian ini peneliti menggunakan Terapi Berfikir Positif, yang mana peneliti disini mengubah pola pikir dalam memandang masalah yang sedang dihadapi oleh klien, dengan pendekatan ini klien melakukan pendampingan dengan memberikan motivasi dan nasehat untuk menyadarkan sikap klien yang belum bisa menerima anaknya. Sedangkan hasil akhir dari proses Terapi terhadap klien dalam penelitian ini dinyatakan cukup berhasil dengan prosentes 67% yang mana hasil penelitian tersebut dapat dilihat adanya perubahan yang ada pada diri klien atau sikap klien yang sebelumnya belum bisa menerima keadaan anaknya yang mengalami autis setelah dilakukan proses terapi perasaan itu sedikit demi sedikit hilang dari perasaan klien, dan klien sudah bisa menerima anaknya kembali, bisa memberi perhatian kepada anaknya, dan memberikan kasih sayangnya terhadap anaknya.
| Item Type: | Thesis (['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined]) |
|---|---|
| Subjects: | Bimbingan Konseling |
| Divisions: | Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Bimbingan dan Konseling Islam |
| Depositing User: | Putri Alfa Jannati Wafda Adwin |
| Date Deposited: | 01 Feb 2017 03:34 |
| Last Modified: | 01 Feb 2017 03:34 |
| URI: | http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/14944 |
