Idham, Moh. (1989) Tinjauan hukum Islam terhadap Perdagangan Obligasi (Saham) di dalam dunia ekonomi modern. ['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined] thesis, IAIN Sunan Ampel Surabaya.
Cover.pdf
Download (515kB) | Preview
Abstrak.pdf
Download (148kB) | Preview
Daftar Isi.pdf
Download (804kB) | Preview
Bab 1.pdf
Download (5MB) | Preview
Bab 2.pdf
Download (1MB) | Preview
Bab 3.pdf
Download (4MB) | Preview
Bab 4.pdf
Download (4MB) | Preview
Bab 5.pdf
Download (1MB) | Preview
Daftar pustaka.pdf
Download (1MB) | Preview
Abstract
Hukum islam berasal dari kata syara' yang artinya jalan yang harus dituruti, jadi hukum islam merupakan akibat yang menjadi kehendak hukum syara' dalam hal perbuatan. Hasby Asy Diqqi berpendapat bahwa hukum islam adalah titah Allah atau sabda Nabi baik perkataan maupun perbuatan dan tindakan tindakan yang lainnya. Obligasi adalah merupakan bentuk dari surat surat janji untuk membayar yang dicetak pada suatu gili paper yang dikeluarkan dengan nilai $ 100 atau nilai tertentu yang memungkinkan bisa terjual.Rumusan masalah yang akan dibahas 1). Bagaimanakah bentuk perdagangan obligasi (Saham) dalam ekonomi modern? 2). Dapatkah saham itu dikategorikan dalam perdagangan barang dan usaha bersama dalam suatu perusahaan atau kedua duanya? 3). Bagaimana bentuk perdagangan menurut hukum islam dan bagaimana pandangan islam terhadap perdagangan saham (Obligasi)?Dalam pembahasan ini digunakan metode komparatif, metode deduktif dan metode deskriptif. Metode komparatif adalah mempelajari beberapa pendapat dari beberapa ahli juga memperhatikan dengan seksama data yang sudah terkumpul, kemudian data tersebut dibanding bandingkan sebagai landasan untuk menentukan pendirian lebih lanjut. Metode deduktif yaitu mengemukakan faktor faktor yang bersifat umum untuk ditarik menjadi faktor yang bersifat khusus. Metode deskriptif yaitu menuliskan apa adanya sesuai dengan teori teori yang telah dipelajari kemudian menganalisanya berdasarkan realita yang ada serta menyimpulkannya.Kesimpulan dari pembahasan ini adalah bahwa bentuk obligasi terdapat dalam KUHP perdata pasal 1457 dan 1458 yang berisikan kata sepakat dianggap telah terjadi transaksi walaupun pembayaran dan penyerahannya dilakukan berikutnya, sebagaimana proses penjualan saham dipasaran bursa. Saham dapat dikategorikan sebagai barang dagangan dan sekaligus sebagai modal bersama. Perdagangan dalam islam memiliki kreteria yang harus dipenuhi syarat rukunnya serta tidak dapat gharar dari padanya. Melihat fungsi dan operasional saham sama dengan syirkah 'Inan dan islam membolehkan menjual sebagaimana yang terjadi dipasaran bursa efek, yang mana sebelum diperjual belikan terlebih dahulu para persero lainnya melaporkan hak syuf'ahnya terhadap milik partnership.
| Item Type: | Thesis (['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined]) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Hukum Islam; Perdagangan; Obligasi; Ekonomi; Modern |
| Subjects: | Dagang Dagang > Hukum, Dagang |
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Islam |
| Depositing User: | Users 3213 not found. |
| Date Deposited: | 31 Jan 2017 07:16 |
| Last Modified: | 31 May 2019 08:25 |
| URI: | http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/14942 |
