Naf'an, Naf'an (1999) ISLAM DAN PERADABAN ALTERNATIF PASCA MODERN. ['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined] thesis, IAIN Sunan Ampel Surabaya.
Cover.pdf
Download (530kB) | Preview
Abstrak.pdf
Download (141kB) | Preview
Daftar Isi.pdf
Download (646kB) | Preview
Bab 1.pdf
Download (3MB) | Preview
Bab 2.pdf
Download (6MB) | Preview
Bab 3.pdf
Download (5MB) | Preview
Bab 4.pdf
Download (7MB) | Preview
Bab 5.pdf
Download (853kB) | Preview
Daftar Pustaka.pdf
Download (1MB) | Preview
Abstract
Secara sosiologis bangsa bangsa dan peradaban barat lebih maju dan unggul daripada bangsa bangsa dan peradaban timur. Kemajuan ini diukur dari aspek ekonomi, politik, ilmu pengetahuan dan tehnologi. Kemajuan dalam bidang tersebut telah menciptakan kesejahteraan material dan lahiriyah. Bersamaan dengan itu dalam skala global bangsa bangsa yang menganut agama islam sering dikonotasikan sebagai fundamentalis. Orang mungkin tidak akan menyangkal bahwa sains modern yang merupakan landasan peradaban modern adalah bermula dari pergolakan kebudayaan di eropa renaissance dan revolusi ilmiah, pada abad ke 16 dan dalam kebangkitannya melahirkan suatu dunia yang berubah baik secara intelektual maupun fisik. Adapun rumusan masalah yang akan dibahas disini adalah 1). bagaimana paradigma pemikiran islam di era pasca modern? 2). Bagaimana peranan politik umat islam di tengah masyarakat pasca modern?
Pada pembahasan ini menggunakan metode induksi, metode deduksi. Metode induksi yaitu cara berfikir yang bertolak dari beberapa pembahasan yang bersifat partikular atau individual. Dalam kaitannya dengan permasalahan ini adalah dalam bidang fisika, ketika muncul mekanika kuantum, maka paradigma yang dibangun oleh fisika modern telah tumbang, Dalam bidang sosial, Pitirim Sorokin memprediksi bahwa perubahan paradigma dan pergolakan sosial yang kita saksikan dewasa ini sebagai masa senja kebudayaan inderawi, Dalam bidang pemikiran, John naisbitt dan Patricia Aburdene memprediksi tentang akan adanya zaman kebangkitan spritual. Metode deduksi adalah cara berfikir yang bertolak dari hal hal yang bersifat general. Dalam kaitannya dengan pembahasan skripsi ini adalah anggapan umum tentang runtuhnya peradaban modern di satu sisi, dan disisi lain adalah kebangkitan kembali peradaban islam, kemudian ditarik kepada hal hal yang bersifat paetikular yaitu kebangkitan islam di dalam ranah pemikiran dan politik.
Kesimpulan dari pembahasan ini adalah dengan melihat fenomena kecenderungan masyarakat barat untuk kembali kepada agama yang diartikulasikan dengan itensifikasi tinggi untuk memasuki kehidupan spritual dan rohani (dengan mengambil bentuk fundamentalis dan kultus), dengan mengacu pada yinger yang berpendapat bahwa kebanyakan kelompok "New Religion" yang muncul lebih akhir adalah kecil rapuh, maka islam mempunyai peluang atau kemungkinan besar untuk menjadi pilihan alternatif, karena islam menawarkan epistimologi yang berbeda dengan peradaban sebelumnya untuk membangun peradabannya. Dengan melihat kebangkitan islam di era dekolonisasi, pasca kemerdekaan, dan era gelombang demokratisasi ketiga, meminjam istilah hutington bahwa kesadaran umat muslim untuk mengukuhkan kembali islam sebagai jalan hidup karena modernisme dalam dunia islam telah dianggap gagal oleh mereka karena itu islam dijadikan alternatif.
| Item Type: | Thesis (['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined]) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Peradaban Alternatif; Islam Modern |
| Subjects: | Filsafat > Filsafat Agama |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Aqidah Filsafat Islam |
| Depositing User: | Users 71 not found. |
| Date Deposited: | 23 Jan 2017 02:37 |
| Last Modified: | 06 Feb 2017 06:30 |
| URI: | http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/14835 |
