Ni'mah, Ma'rifatun (2016) Metabudaya relasi Khodam dan Kyai: studi kasus di Pondok Pesantren Al Falah Ploso Mojo Kediri. Masters thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
Cover.pdf
Download (6MB)
Abstrak.pdf
Download (392kB) | Preview
Daftar Isi.pdf
Download (399kB) | Preview
Bab 1.pdf
Download (646kB) | Preview
Bab 2.pdf
Download (773kB) | Preview
Bab 3.pdf
Download (597kB) | Preview
Bab 4.pdf
Download (548kB) | Preview
Bab 5.pdf
Download (653kB) | Preview
Bab 6.pdf
Download (464kB) | Preview
Daftar Pustaka.pdf
Download (844kB) | Preview
Abstract
Pendidikan model pesantren memiliki beberapa karakteristik unik bila dibandingkan dengan sistem pendidikan lainnya. Karakteristik itulah yang banyak berpengaruh dalam membentuk karakter manusia-manusia yang berwatak khas, seperti populis, nerimo ananing pandum, suka berbagi, ikhlas, serta karakter-karakter lain yang amat jarang ditemukan dalam masyarakat modern saat ini. Karena dasar tujuan didirikannya pesantren adalah menciptakan dan mengembangkan kepribadian muslim, yakni kepribadian yang beriman, bertakwa kepada Allah SWT., berakhlak mulia dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Maka wajar kalau seseorang yang belajar di pesantren disebut dengan istilah santri. Bahkan ada yang menjadikan dirinya lebih dari seorang santri, yakni menjadi seorang pengabdi kyai/guru yang dalam dunia pesantren biasa disebut dengan khodam. Khodam adalah seorang atau sekelompok orang santri yang mengabdikan dirinya untuk melayani dan ngladeni kyai. Hubungan yang begitu kental antara santri dan kyai tersebut, banyak menarik perhatian para peneliti untuk meneliti fenomena tersebut. Akan tetapi hubungan yang lebih dari sekedar santri biasa (khodam) dengan kyai nya, nyaris belum penulis temukan dalam penelitian-penelitian terdahulu. Sementara fenomena khodam di pesantren masih sangat kental hingga saat ini. Hal ini terutama penulis temukan di pondok pesantren Al-Falah Ploso Mojo Kediri. Tujuan dari penelitian ini adalah ingin memahami Apa makna relasi khodam dengan kyai di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso Mojo Kediri? Serta Bagaimana relasi yang dimaksud mengalami pergeseran makna? Penelitian ini menggunakan model penelitian Qualitative Inquiry dengan melalui pendekatan fenomenologi transendental atau psikologis, yang mana pendekatan ini kurang berfokus pada penafsiran dari peneliti, namun lebih berfokus pada deskripsi tentang pengalaman dari para partisipan tersebut. Sehingga akan menghasilkan hasil riset yang lebih komprehensif. Dari hasil riset yang dilakukan penulis, ditemukan beberapa pola relasi yang terjadi antara khodam dan kyai di Pesantren Al-Falah Ploso Mojo Kediri. Pola relasi yang dimaksud adalah: Relasi Otoritatif-Paternalistik, Relasi Sosio-Ekonomi, dan Relasi Sosio-Politik. Pola tersebut didapat dari klasifikasi tipologi khodam yang ditinjau dari tujuan awal pengabdian diri. Dari ketiga pola relasi tersebut, ditemukan pergeseran makna antara hasil riset penulis dengan hasil riset-riset terdahulu. Bahwa relasi yang dibentuk antara khodam dan kyai lebih dari sekedar relasi yang dibentuk oleh santri dan kyai, yang banyak menyimpulkan sebagai relasi sosio-spiritual. Namun, juga membentuk pola relasi sosio-politik dan sosio-ekonomi, serta relasi otoritatif-paternalistik yang terlahir dari budaya Neo-Feodalisme bercorak agama.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Khadam; relasi sosio ekonomi; relasi sosiopolitik; relasi otoritatif paternalisti |
| Subjects: | Antropologi Budaya Pesantren |
| Divisions: | Program Magister > Dirasah Islamiyah |
| Depositing User: | Ni'mah Ma'rifatun |
| Date Deposited: | 02 Dec 2016 02:56 |
| Last Modified: | 16 Oct 2024 02:26 |
| URI: | http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/14455 |
