Konsep Ibn Athaillah tentang Mahabbah

Hannan, Hannan (2016) Konsep Ibn Athaillah tentang Mahabbah. ['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined] thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[thumbnail of Cover.pdf]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (561kB) | Preview
[thumbnail of Abstrak.pdf]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (203kB) | Preview
[thumbnail of Daftar Isi.pdf]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (234kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1.pdf]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (437kB) | Preview
[thumbnail of Bab 2.pdf]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (608kB) | Preview
[thumbnail of Bab 3.pdf]
Preview
Text
Bab 3.pdf

Download (467kB) | Preview
[thumbnail of Bab 4.pdf]
Preview
Text
Bab 4.pdf

Download (434kB) | Preview
[thumbnail of Bab 5.pdf]
Preview
Text
Bab 5.pdf

Download (300kB) | Preview
[thumbnail of Daftar Pustaka.pdf]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (332kB) | Preview

Abstract

Skripsi ini hasil penelitian kajian pustaka untuk mengetahui alasan yang mendorong dan manfaat yang diambil dari mahabbah Ibn Atha’illah sebagai konsep peningkatan kebersihan jiwa kepada Tuhan yang dilakukan melalui meditasi mahabbah. Dalam pandangan Ibn ‘Atha’illah tentang mahabbah ialah orang yang rela mengorbankan segala yang ada pada dirinya demi yang dicintai, dan tidak mengharapkan imbalan apapun dari yang dicintainya, yang dalam konteks ini adalah Allah SWT. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dan pendekatan secara deskriptif-historis, yakni menggambarkan kehidupan ahli tasawuf dan tarekat dalam mahabbah kepada Tuhan. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan selama proses penelitian ini adalah dengan teknik kajian pustaka dan dokumentasi. Dari penelitian yang dilakukan dapat diketahui bahwa keberadaan mahabbah Ibn ‘Atha’illah masih terus berkembang. Konsep mahabbah Ibn ‘Atha’illah menjadikan ketentraman jiwa dan kebersihan jiwa bagi penganutnya. Dan sebagai sarana tercepat untuk peningkatan spiritualitas, ketentraman dan kebersihan jiwa yang belum pernah dirasakan sebelumnya, dan dari pihak mahabbah Ibn ‘Atha’illah, adanya status tidak pandang tempat baik dalam keadaan apapun baik seperti keadaan duduk, berdiri, sakit dan diperbolehkan mengamalkan berdzikir kepada Tuhan sebagai serana untuk mendapatkan mahabbah dan ma’rifat.

Item Type: Thesis (['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined])
Uncontrolled Keywords: Mahabbah; Ibnu Athaillah
Subjects: Filsafat
Filsafat > Filsafat Agama
Tasawuf
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Filsafat Agama
Depositing User: Hannan Hannan
Date Deposited: 24 Nov 2016 08:40
Last Modified: 29 Oct 2024 03:41
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/14393

Actions (login required)

View Item
View Item