Zuraidah, Upik (1992) Hijrah ke Madinah sebagai strategi politik Muhammad SAW. ['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined] thesis, IAIN Sunan Ampel Surabaya.
Cover.pdf
Download (71kB) | Preview
Abstrak.pdf
Download (161kB) | Preview
Daftar Isi.pdf
Download (138kB) | Preview
Bab 1.pdf
Download (1MB) | Preview
Bab 2.pdf
Download (4MB) | Preview
Bab 3.pdf
Download (2MB) | Preview
Bab 4.pdf
Download (2MB) | Preview
Bab 5.pdf
Download (277kB) | Preview
Daftar Pustaka.pdf
Download (159kB) | Preview
Abstract
Selama periode Mekah, misi Nabi Muhammmad SAW tidak pernah sepi dari berbagai macam rintangan, gangguan dan terror yang dilakukan oleh kaum Quraisy. Karena kesukaran dalam menyiarkan dakwah Agama Islam inilah Nabi Muhammad SAW bersama para sahabat melakukan Hijrah. Hijrah ini didasari oleh berbagai sebab dan alasan diantaranya; 1). Dari segi keamanan fisik, Nabi Muhammad SAW berusaha menyelamatkan dirinya dan para sahabatnya dari segala bentuk gangguan dan terror kaum Quraisy. 2). Dari segi keamanan rohani, Nabi Muhammad SAW berusaha menyelamatkan para sahabatnya dari pengaruh berhala yang masih mewarnai kaum Quraisy. 3). Dari segi strategi politik, dengan Hijrah Nabi Muhammad SAW berhasil mendapatkan kekuasaan, dengan kekuasaan inilah Rasulullah dapat mendakwahkan Agama Islam tanpa gangguan dan halangan. Dengan Hijrah ini adalah merupakan ujung tombak dalam sejarah kebangunan Islam, sebab dalam waktu yang relatif pendek berkisar lebih dari 10 tahun, dengan mengambil Kota Madinah sebagai pusat perjuangan. Maka terbentuklah Pemerintahan Islam yang dipraktekkan dalam kehidupan pribadi, masyarakat dan Negara, yang berkembang ke Timur dan ke Barat. Rumusan masalah dalam pembahasan ini adalah : 1). Faktor-faktor apakah yang menyebabkan Nabi Muhammad SAW dan sahabat-sahabatnya Hijrahke Madinah. 2). Sejauh manakah sambutan ahlul Madinah terhadap Hijrah Rasulullah SAW. 3). Bagaimanakah pengaruh kekuasaan yang diperoleh Nabi Muhammad SAW di Madinah dalam menanggulangi gangguan dakwah Islam. Pengumpulan data dalam pembahasan ini menggunakan sumber kepustakaan (literatur) yang dapat diperoleh dari berbagai macam buku yang ada kaitannya dengan pembahasan ini. Dalam pengolahan data dipergunakan metode analisa kualitatif, analisa komparatif dan analisis induktif. Dalam penyajian data yang diperoleh dipergunakan metode Deskriptif, Informatif dan Komperatif. Adapun kesimpulan dalam pembahasan ini adalah 1). Bahwa kota Madinah adalah suatu alternatif untuk menegakkan Agama Islam serta menyebarkannya, karena di Kota Makkah Nabi Muhammad SAW mengalami kesulitan dan kesukaran akibat penduduknya tidak mau memeluk Islam bahkan dengan terang-terangan menteror dan memusuhi beliau beserta kaum Muslimin. 2). Dengan perjanjian Aqobah, Nabi Muhammad SAW memperoleh dukungan yang kuat dari penduduk Madinah sehingga dari dukungan masyarakat Madinah ini, Rasulullah mempunyai harapan akan berhasil menghimpun kaum Muhajirin untuk dapat hidup berdampingan dengan kaum Anshor. 3). Kaum Madinah yang terdiri dari kaum Muslimin, Musyrikin dan Yahudi tersebut menyambut kedatangan Nabi Muhammad SAW dengan kepentingan yang berbeda-beda. 4). Dengan diterimanya Nabi Muhammad SAW di kota Madinah dengan aman dan baik, maka Nabi Muhammad SAW dapat mendirikan suatu pemerintahan dan kekuasaan, sehingga Islam dapat berkembang dengan pesat.
| Item Type: | Thesis (['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined]) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Hijrah; Strategi Politik; Muhammad saw |
| Subjects: | Sejarah Peradaban Islam |
| Divisions: | Fakultas Adab dan Humaniora > Sejarah dan Kebudayaan Islam |
| Depositing User: | Users 71 not found. |
| Date Deposited: | 09 Nov 2016 07:12 |
| Last Modified: | 05 Mar 2020 08:46 |
| URI: | http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/14256 |
