Studi komparasi pemikiran Muhammad Abduh dan Agus Mustofa dalam memaknai takdir

Solichah, Puput (2016) Studi komparasi pemikiran Muhammad Abduh dan Agus Mustofa dalam memaknai takdir. ['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined] thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[thumbnail of Cover.pdf]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (150kB) | Preview
[thumbnail of Abstrak.pdf]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (636kB) | Preview
[thumbnail of Daftar Isi.pdf]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (659kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1.pdf]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (925kB) | Preview
[thumbnail of Bab 2.pdf]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (94kB) | Preview
[thumbnail of Bab 3.pdf]
Preview
Text
Bab 3.pdf

Download (135kB) | Preview
[thumbnail of Bab 4.pdf]
Preview
Text
Bab 4.pdf

Download (780kB) | Preview
[thumbnail of Bab 5.pdf]
Preview
Text
Bab 5.pdf

Download (652kB) | Preview
[thumbnail of Daftar Pustaka.pdf]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (684kB) | Preview

Abstract

Takdir merupakan suatu problematika keislaman yang menjadi pembahasan serius sejak awal munculnya aliran-aliran klasik seperti Qodariyah, Jabariyah, Mu’tazilah, Asy’ariyah. Dengan berpegang teguh pada pendapat masing-masing aliran, takdir memiliki variasi definisi yang luas dalam pembahasannya. Perbedaan itu terbawa hingga menginspirasi para pemikir setelahnya. Meskipun begitu banyak pembahasan yang muncul sebagai jawaban atas problematika tersebut, takdir selalu menyisakan suatu titik di mana akal dan intuisi manusia berhenti pada suatu keburaman yang tidak terjangkau. Dalam karya ini, penulis berupaya mengkomparasikan pemikiran Muhammad Abduh sebagai tokoh reformis mesir, seorang mufti dan teolog yang pemikirannya tentang pembaharuan telah menginspirasi tokoh-tokoh setelahnya, dengan Agus Mustofa seorang penulis yang karyanya bertemakan tasawuf modern dalam pembahasan mengenai takdir. Dalam pengkomparasian ini termuat persamaan dan perbedaan yang akan memaparkan kesesuaian takdir dari kedua tokoh tersebut. Abduh yang notabene hidup dalam masyarakat yang taklid buta dan Agus yang mengangkat problematika keengganan masyarakat untuk berusaha sama-sama mencoba merumuskan formulasi antara pengoptimalan akal dan usaha manusia dalam menentukan takdir. Tentunya takdir ini tidak terlepas dengan ketetapan Allah.

Item Type: Thesis (['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined])
Uncontrolled Keywords: Takdir; kehendak; akal
Subjects: Qada dan Qadar
Teologi
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Filsafat Agama
Depositing User: Solichah Puput Mar'athus
Date Deposited: 09 Sep 2016 08:36
Last Modified: 29 Oct 2024 02:41
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/13982

Actions (login required)

View Item
View Item