Afriza, Muhammad Firma (2016) Konflik sosial keagamaan antara NU dan Muhammadiyah: studi kasus Desa Nampu Kecamatan Gemarang Kabupaten Madiun. ['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined] thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
Cover.pdf
Download (2MB) | Preview
Abstrak.pdf
Download (235kB) | Preview
Daftar Isi.pdf
Download (947kB) | Preview
Bab 1.pdf
Download (195kB) | Preview
Bab 2.pdf
Download (173kB) | Preview
Bab 3.pdf
Download (184kB) | Preview
Bab 4.pdf
Download (170kB) | Preview
Bab 5.pdf
Download (125kB) | Preview
Daftar Pustaka.pdf
Download (116kB) | Preview
Abstract
Skripsi adalah hasil penelitian lapangan (field research) yang berjudul “Konflik Sosisal Keagamaan antara NU dan MUhammadiyah (Studi Kasus di Desa Nampu Kecamatan Gemarang Kab. Madiun)”. Penilitian ini bertujuan agar pembaca memahami dan mengetahui konflik yang terjadi antara NU dan Muhammadiyah di Desa Nampu, Kecamatan Gemarang Kabupaten Madiun. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode kualitatif yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata secara lisan maupun tertulis tentangorang-orang dan prilaku yang diamati. Serta menggunakan teori konflik untuk memandang permasalahan yang terjadi di Desa Nampu. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan selama proses penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian, diperoleh data bahwa Konflik yang terjadi di Desa Nampu adalah konflik yang berada dibawah pemukaan (Laten). Konflik verbal yang sering muncul dalam kehidupan sehari-hari salah satunya berawal dari perbedaan faham antara NU dan Muhammadiyah yang terjadi di Desa Nampu disebabkan perbedaan faham dan adanya kegiatan warga NU yang berupa tahlil, dzikir fida’ dan bersih desa di punden, karena warga NU masih sangat tradisional dan berpegang teguh pada ajaran para leluhur yang membuat warga Muhammadiyah mencoba meluruskan bahwa kegiatan tersebut sudah menyimpang dari syari’at agama Islam. Dari situlah munculnya konflik antara keduanya hingga merebak kedalam system pemerintahan desa yaitu dengan perebutan kursi kepala desa antara kedua belah pihak. Tetapi dari konflik tersebut menumbuhkan dampak yang positif, yaitu dengan berlomba-lomba dalam berbuat kebaikan. Dari konflik tersebut pernah ada solusi untuk meredakannya data yang diperoleh dari hasil wawancara dari kedua belah pihak dan pemerintah desa, mempunyai solusi yang sama yaitu mendatangkan pihak penengah, tetapi solusi tersebut masih berupa gagasan dan belum ada tindakan lebih lanjut. Menurut Karl Mark, konflik yang terjadi di dalam kehidupan masyarakat yang bersumber dari perbedaan kelas, pemikiran dan pendapat akan menimbulkan sebuah gesekan-gesekan sosial yang berdampak pada sebuah revolusi yang relevan dan lebih baik untuk berkembangnya suatu kelompok masyarakat yang dominan. Karena setiap kehidupan sosial bermasyarakat, masyarakat itu senatiasa berkonflik. Sebab menurut Mark, “Tidak ada sebuah perubahan tanpa adanya konflik”
| Item Type: | Thesis (['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined]) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Konflik; sosial; agama; NU; Muhammadiyah |
| Subjects: | Sosiologi > Sosiologi Agama |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Filsafat Agama |
| Depositing User: | Afriza Muhamad Firma |
| Date Deposited: | 09 Sep 2016 06:20 |
| Last Modified: | 09 Sep 2024 04:15 |
| URI: | http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/13949 |
