Konversi agama para muallaf di Masjid Rahmat Kembang Kuning Surabaya: studi kritis pemikiran Sigmund Freud

Fauziyah, Syifaul (2016) Konversi agama para muallaf di Masjid Rahmat Kembang Kuning Surabaya: studi kritis pemikiran Sigmund Freud. ['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined] thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[thumbnail of Cover.pdf]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (216kB) | Preview
[thumbnail of Abstrak.pdf]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (218kB) | Preview
[thumbnail of Daftar Isi.pdf]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (223kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1.pdf]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (423kB) | Preview
[thumbnail of Bab 2.pdf]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (426kB) | Preview
[thumbnail of Bab 3.pdf]
Preview
Text
Bab 3.pdf

Download (450kB) | Preview
[thumbnail of Bab 4.pdf]
Preview
Text
Bab 4.pdf

Download (547kB) | Preview
[thumbnail of Bab 5.pdf]
Preview
Text
Bab 5.pdf

Download (359kB) | Preview
[thumbnail of Daftar Pustaka.pdf]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (218kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami apa saja latar belakang yang terjadi dari para muallaf di Masjid Rahmat, dan menganalisa menurut perspektif Sigmund Freud tentang agama terhadap para muallaf di Masjid Rahmat. Masalah yang diteliti dalam skripsi yang berjudul Konversi Agama para Muallaf di Masjid Rahmat Kembang Kuning Surabaya (Studi Kritis Pemikiran Sigmund Freud) adalah (1) Apa saja latar belakang para muallaf terkait konversi agama di Kembang Kuning; (2) Bagaimana analisis Pemikiran Sigmund Freud terhadap para muallaf di Kembang Kuning. Menggunakan metode deskriptif kualitatif dan analisis perspektif Sigmund Freud terhadap agama para muallaf di Masjid Rahmat. Dapat disimpulkan bahwa agama dalam perspektif Sigmund Freud adalah apabila seseorang masih beragama, maka ia belum bisa dikatakan dewasa dan kembali menjadi anak-anak. Oleh karena itu, manusia harus meniadakan Tuhan dalam kehidupannya, karena menurut Freud bahwa manusia dewasa tidak lagi membutuhkan bapak sebagai pelindung. Dia sudah bisa mandiri dan bertindak serta berpikir bebas. Perspektif seperti ini tidak benar ketika kita melihat latar belakang atau fenomena konversi agama yang dilakukan para muallaf di Masjid Rahmat Kembang Kuning Surabaya. Karena pada hakikatnya manusia adalah mahkluk spiritual, dan agama masih dibutuhkan sebagai tempat berlindung dalam kehidupan manusia.

Item Type: Thesis (['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined])
Uncontrolled Keywords: Konflik batin; muallaf; agama; makhluk spiritual
Subjects: Agama
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Filsafat Agama
Depositing User: Fauziyah Syifaul
Date Deposited: 09 Sep 2016 03:46
Last Modified: 18 Sep 2024 07:35
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/13876

Actions (login required)

View Item
View Item