Rohmawati, Aniq Fajroh (2014) PENDIDIKAN DAN KONSEKUENSI SOSIAL BAGI PEREMPUAN BERPENDIDIKAN FORMAL RENDAH DI DESA PACIRAN KECAMATAN PACIRAN LAMONGAN. ['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined] thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
Cover.pdf
Download (870kB) | Preview
Abstrak.pdf
Download (240kB) | Preview
Daftar Isi.pdf
Download (222kB) | Preview
Bab 1.pdf
Download (236kB) | Preview
Bab 2.pdf
Download (232kB) | Preview
Bab 3.pdf
Download (394kB) | Preview
Bab 4.pdf
Download (334kB) | Preview
Daftar Pustaka.pdf
Download (97kB) | Preview
Abstract
Ada tiga rumusan masalah yang hendak dikaji dalam skripsi ini, yaitu: 1) Apa yang melatar belakangi rendahnya tingkat pendidikan formal bagi sebagian peremuan desa Paciran? 2) Bagaimana konsekuensi sosial perempuan berpendidikan formal rendah di desa Paciran?
Untuk menjawab permasalahan tersebut, penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Metode ini dipilih agar diperoleh data penelitian yang bersifat mendalam dan menyeluruh mengenai pendidikan dan Konsekuensi Sosial. Data yang dipereoleh kemudian disajikan secara deskriptif dan analisis dengan teori Feminisme Liberal.
Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa 1) para orang tua masih berpandangan lebih mengutamakan pendidikan anak laki-laki dari pada anak perempuannya karena nantinya ketika laki-laki itu sudah memiliki keluarga atau istri bisa memberikan nafkah kepada istrinya,dan juga berkaitan dengan faktor ekonomi dan budaya yang telah mengakar kuat di pikiran para orang tua dengan anggapan bahwa perempuan tidak sepantasnya berpendidikan tinggi karena nantinya hanya akan kembali ke dapur. Akan tetapi disamping itu masih ada yang tidak merasakan pendidikan formal yang seahursnya mereka dapatkan pada saat itu dikarenakan orang tua mereka kurang mendukung anak-anak perempuan mereka tidak mengizinkan anak perempuannya untuk melanjutkan pendidikan formalnya yang sahurusnya mereka dapatkan alasan tidak ada biaya untuk menyekolahkan anak-ananya dan kurangnya dukungan dari orang tua membuat anak-anak mereka putus sekolah. Dan dari data penelitian yang didapatkan, bahwa tingkat pendidikan formal sebagian kaum perempuan di desa Paciran yang memiliki pendidikan formal rendah adalah berjumalah rata-rata mereka hanya tamatan sekolah dasar (SD) 443% namun ada juga yang berpendidikan terakhir SMP 438% dan SMA 307%. Hal yang demikian disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu keterbatasan ekonomi dan budaya yang masih kental dipegang oleh para orang tua bahwasanya pendidikan formal itu tidak begitu penting bagi anak perempuan. 2) akibat dari perempuan berpendidikan formal rendah atau terbelakang dalam pendidikan di desa Paciran antara lain: Susah untuk mencari pekerjaan atau tidak bisa bekerja yang baik dan bagus, Minim akan wawasan atau ilmu pengetahuan, Susah untuk berkomunikasi dengan baik sesuai dengan attitude (sikap), Kesusahan dalam mengajari anak ketika anak memperoleh tugas atau PR dari sekolah, Dikucilkan oleh warga sekitar, Tidak bisa maju, Sulit untuk bergaul atau memiliki sifat tertutup, Sulit untuk berinteraksi dengan warga sekitar, Memicu kekerasan dalam rumah tangga, Tidak memiliki masa depan yang bagus.
| Item Type: | Thesis (['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined]) |
|---|---|
| Additional Information: | Abid Rohman |
| Uncontrolled Keywords: | Pendidikan; Konsekuensi Sosial; Perempuan Berpendidikan. |
| Subjects: | Sosiologi |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Sosiologi |
| Depositing User: | Users 32 not found. |
| Date Deposited: | 03 Feb 2015 07:51 |
| Last Modified: | 05 Feb 2015 01:17 |
| URI: | http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/135 |
