Uyun, Qurrotul (2016) Komunikasi politik calon petahana: studi kasus Saiful Illah dalam kemenangan Pilkada di Kabupaten Sidoarjo 2015. ['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined] thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
Cover.pdf
Download (702kB) | Preview
Abstrak.pdf
Download (100kB) | Preview
Daftar Isi.pdf
Download (105kB) | Preview
Bab 1.pdf
Download (268kB) | Preview
Bab 2.pdf
Download (243kB) | Preview
Bab 3.pdf
Download (253kB) | Preview
Bab 4.pdf
Download (274kB) | Preview
Bab 4.pdf
Download (274kB) | Preview
Bab 5.pdf
Download (116kB) | Preview
Daftar pustaka.pdf
Download (112kB) | Preview
E84212090 Qurrotul Uyun 2016 ok.pdf
Download (16MB)
Abstract
Penelitian ini berjudul “Komunikasi Politik Calon Petahana (studi kasus Saiful Illah dalam kemenangan pilkada di Kabupaten Sidoarjo 2015)”. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah pertama: bagaimana strategi komunikasi politik calon petahana dalam kemenangan pilkada di Kabupaten Sidoarjo 2015. Kedua, apa saja kendala calon petahana dalam memenangkan pilkada di Kabupaten Sidoarjo 2015. Dalam penelitian ini, peneliti menggunkana penelitian kualitatif deskriptif dengan jenis pendekatan studi kasus, menggunakan metode wawancara dan dokumentasi. Yang dianalisa dengan menggunakan teori komunikasi politik dan strategi politik.Keberhasilan dari sebuah kontestasi politik tidak terlepas dari bagaimana komuniksai politik dan strategi politik yang dimainkan oleh masing-masing pihak yang terlibat. Dari data yang ditemukan dilapangan, maka peneliti memperoleh hasil: 1). Komunikasi politik yang digunakan oleh calon petahana itumerupakan tergolong yang efektif. Hal ini didasarkan pada kemampuan Saiful Illah sebagai seorang komunikator bisa membaur terhadap hampir ke semua kalangan. 2). Strategi politik yang digunakan oleh tim pemenangan Saiful Illah pada pilkada 2015 lebih menekankan pada visi-misi dan program jangka pendek maupun jangka panjang misalnya pelayanan kesehatan gratis, biaya pendidikan gratis sampai SMP dan sebagainya, serta kampanye langsung ke masyarakat. Serta memiliki dua jalur yang pertama, melalui gerakan struktur yang meliputi partai kebangkitan bangsa (PKB) dan Banom-banomnya, NU dan Banom-banomnya seperti, Muslimat, Fatayat, Ansor, IPNU dan IPPNU. Cara sosialisasi yang digunakan untuk tetap mensolidkan suara Abah Ipul itu di mulai dari jamiyah kubro. Kedua, melalui gerakan non struktur partai-partai pendukung, ORMAS, UKP, LSM, relawan, pengusaha serta birokrasi. Adapun kendala dalam memenangkan calon petahana menjelang pilkada stabil dan bahkan tidak ada konflik, disebut tidak ada konflik karena setiap manusia itu pasti mempunyai kesulitan, kejanggalan dan hambatan. Mislanya, kebijakan yang telah dibuat oleh KPU yaitu terkait alat peraga kampanye, mulai dari poster, baliho, pamflet, dan semua itu di batasi hanya untuk calon incumbent.
| Item Type: | Thesis (['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined]) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Calon petahana; komunikasi politik; kemenangan |
| Subjects: | Politik |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Filsafat Politik Islam |
| Depositing User: | uyun Qurrotul |
| Date Deposited: | 29 Aug 2016 01:42 |
| Last Modified: | 01 Sep 2025 03:38 |
| URI: | http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/13374 |
