Arkham, Hanna Pratiwi (2014) TINGKAT KEMAMPUAN METAKOGNISI SISWA BERDASARKAN SCHRAW DAN DENNISON PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA. ['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined] thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
Cover.pdf
Download (199kB) | Preview
Abstrak.pdf
Download (92kB) | Preview
Daftar Isi.pdf
Download (146kB) | Preview
Bab 1.pdf
Download (256kB) | Preview
Bab 2.pdf
Download (312kB) | Preview
Bab 3.pdf
Download (203kB) | Preview
Bab 4.pdf
Download (6MB) | Preview
Bab 5.pdf
Download (106kB) | Preview
Bab 6.pdf
Download (89kB) | Preview
Daftar Pustaka.pdf
Download (98kB) | Preview
Abstract
Keberhasilan seseorang dalam menyelesaikan masalah dipengaruhi oleh pemanfaatan aktivitas metakognisinya, siswa tidak dapat menunjukan kemampuan menyelesaikan masalah matematika karena masalah yang diselesaikan tidak hanya membutuhkan pengetahuan dasar matematika tetapi juga kemampuan memformulasikan masalah konstektual ke dalam bahasa matematika. Metakognisi merupakan hal yang penting sebelum menyelesaikan suatu masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kemampuan metakognisi siswa dan untuk mengetahui komponen-komponen yang dominan pada tiap kemampuan metakognisi siswa.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan data kuantitatif, subjek penelitian adalah 10 siswa kelas VIII-F SMP Negeri 4 Surabaya. Pengumpulan data dilakukan dengan pemberian angket MAI pada 10 subjek penelitian. Angket metakognisi MAI dianalisis berdasarkan kriteria tingkat kemampuan metakognisi siswa.
Berdasarkan hasil analisis data diperoleh data sebagai berikut: Terdapat 3 siswa yang memiliki tingkat kemampuan metakognisi yang baik, yaitu S-1, S-3, dan S-6. Terdapat 5 siswa memiliki tingkat kemampuan metakognisi yang cukup baik, yaitu S-2, S-5, S-7, S-9, dan S-10. Dan terdapat 2 siswa yang memiliki tingkat kemampuan metakognisi yang tidak baik, yaitu S-4 dan S-8. Komponen pengetahuan metakognisi yang memiliki sumbangan terbesar (dominan) pada subjek yang memiliki tingkat komponen metakognisi baik adalah semua komponen pengetahuan metakognisi, yaitu pengetahuan deklaratif, pengetahuan prosedural, dan pengetahuan kondisional. Pada subjek yang memiliki tingkat komponen metakognisi cukup baik adalah pengetahuan prosedural. Sedangkan pada subjek yang memiliki tingkat komponen metakognisi tidak baik adalah pengetahuan deklaratif. Komponen pengalaman atau keterampilan metakognisi yang memiliki sumbangan terbesar (dominan) pada subjek yang memiliki tingkat komponen metakognisi baik adalah semua komponen pengalaman atau keterampilan metakognisi, yaitu keterampilan merancang, keterampilan memantau atau monitoring, dan keterampilan evaluasi. Pada subjek yang memiliki tingkat komponen metakognisi cukup baik adalah keterampilan evaluasi. Sedangkan pada subjek yang memiliki tingkat komponen metakognisi tidak baik adalah keterampilan merancang
| Item Type: | Thesis (['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined]) |
|---|---|
| Additional Information: | Kusaeri |
| Uncontrolled Keywords: | Pengetahuan Metakognisi; Keterampilan Metakognisi |
| Subjects: | Matematika |
| Divisions: | Fakultas Tarbiyah dan Keguruan > Pendidikan Matematika |
| Depositing User: | Users 18 not found. |
| Date Deposited: | 03 Mar 2015 02:24 |
| Last Modified: | 03 Mar 2015 02:24 |
| URI: | http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/1252 |
