FENOMENA PERPINDAHAN PARTAI POLITIK DI KALANGAN ELIT NAHDLIYIN KABUPATEN SIDOARJO

Fahmi, Muh. Yusrol (2014) FENOMENA PERPINDAHAN PARTAI POLITIK DI KALANGAN ELIT NAHDLIYIN KABUPATEN SIDOARJO. ['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined] thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[thumbnail of Cover.pdf]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (14kB) | Preview
[thumbnail of Abstrak.pdf]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (150kB) | Preview
[thumbnail of Daftar Isi.pdf]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (89kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1.pdf]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (282kB) | Preview
[thumbnail of Bab 2.pdf]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (286kB) | Preview
[thumbnail of BAB 3.pdf]
Preview
Text
BAB 3.pdf

Download (309kB) | Preview
[thumbnail of Bab 4.pdf]
Preview
Text
Bab 4.pdf

Download (338kB) | Preview
[thumbnail of BAB 5.pdf]
Preview
Text
BAB 5.pdf

Download (116kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini mengambil judul “Fenomena Perpindahan Partai Politik Di Kalangan Elit Nahdliyin; Studi Kasus Kabupaten Sidoarjo” Dengan rumusan masalah Pertama, Apa motif elit Nahdliyin Kabupaten Sidoarjo berpindah partai?, Kedua, Bagaimana model perpindahan partai politik para elit Nahdliyin Kabupaten Sidoarjo?. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mendeskripsikan motif elit Nahdliyin Kabupaten Sidoarjo berpindah partai dan menganalisa model perpindahan partai politik di kalangan elit Nahdliyin di Kabupaten Sidoarjo.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan jenis penelitian lapangan (field research) dengan case study. Teknik pengumpulan data dalam studi ini menggunakan observasi, wawancara (In-Depth interview), dan dokumentasi. Selanjutnya teknik analisa data mengikuti model Miles dan Huberman, yang terdiri dari data reduction, data display, dan conclusion.
Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini ditipologikan menjadi dua motif. Pertama, because of motive, pada motif ini terdiri dari tiga sebab yang menyebabkan perpindahan partai politik yakni kekecewaan, mengikuti jejak orang tua, dan tidak difungsikan. 1) kekecewaan yang menjadi akut merupakan implikasi dari tidak adanya proses pengakomodiran kader dalam berbagai konflik yang terjadi; 2) politik praktis mempunyai ruang dimensi yang beragam, berbagai alsan dan pijakan dasar juga bermunculan. Pada taraf ini menegaskan bahwa pilihan berpolitik praktis dan pilihan berpartai tidak akan lepas dari landasn teologis; 3) dialektika kepentingan antara elit NU dengan partai, inilah yang memecah antara satu dengn lainnya. Sehingga sebagian dari jabatan tidak berfungsi secara maksimal dan bahkan sebagian orang tidak difungsikan dalam mengemban amanah masyarakyat. Kedua, motif in order to yang menjadi pemicu perpindahan partai politik dikarenakan faktor posisi. Seseorang yang mempunyai posisi tertentu, maka sangat mungkin untuk memperoleh keuntungan lebih daripada yang lain. Hasil kedua terkait model perpindahan partai politik di kalangan elit nahdliyin adalah pertama, dilamar oleh pengurus partai baru untuk bergabung dalam partainya, sehingga proses administrasi kepartaian dinomorduakan. Kedua, mengajukan surat permohonan menjadi anggota partai baru dengan mengisi berbagai form yang telah disiapkan partai. Kedua model tersebut secara singkat bisa disebut sebagai model konflik dan kooperatif.

Item Type: Thesis (['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined])
Uncontrolled Keywords: Elit NU; Perpindahan Partai Politik, Dialektika Kepentingan.
Subjects: Politik > Politik Islam
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Politik Islam
Depositing User: Users 32 not found.
Date Deposited: 27 Feb 2015 01:52
Last Modified: 27 Feb 2015 01:52
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/1194

Actions (login required)

View Item
View Item