Khusna, Sofiatun (2014) HADIS TENTANG DOA NABI TERHADAP MUAWIYAH : OTENTISITAS HADIS DALAM KITAB MUSNAD ABU DAWUD AL-TAYALISI NOMOR INDEKS 2869. ['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined] thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
Cover.pdf
Download (151kB) | Preview
Abstrak.pdf
Download (101kB) | Preview
Daftar Isi.pdf
Download (93kB) | Preview
Bab 1.pdf
Download (195kB) | Preview
Bab 2.pdf
Download (843kB) | Preview
Bab 3.pdf
Download (736kB) | Preview
Bab 4.pdf
Download (837kB) | Preview
Bab 5.pdf
Download (104kB) | Preview
Daftar Pustaka.pdf
Download (158kB) | Preview
Abstract
Doa Nabi terhadap Muawiyah merupakan cakupan pemahaman yang terkandung dalam sebagian teks hadis dimana lafaz La Ashba’allahu Batnahu yang menjadi persoalan utama penelitian ini, dianggap relevan dengan kondisi umat Islam sekarang, sehingga pantas untuk dikaji kembali makna yang sebenarnya, sehingga timbul presepsi pada sebagian ulama bahwsannya hadis tersebut merupakan doa buruk Nabi kepada Muawiyah, salah satu sahabat Nabi yang berprofesi sebagai penulis wahyu Nabi. Sehingga menimbulkan presepsi bahwasannya hadis tersebut bertentangan dengan ke-ma’shum-an Nabi.
Penelitian ini bersifat kepustakaan (library research) Jadi, pengumpulan data diperoleh dengan meneliti kitab Musnad al-Tayalisi dan dibantu dengan kitab standart lainnya, kemudian dianalisa dengan menggunakan metode takhrij, I’tibar, kritik sanad dan matan, serta ma’ani al Hadith.
Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa hadis doa Nabi terhadap Muawiyah, adalah sahih lidzatihi karena semua perowinnya thiqah (dhabit} dan adil). serta sanadnya bersambung sampai Rasulullah SAW, dan terhindar dari sudhu>dh dan illat, selain itu, dari segi matannya juga dapat dikatakan sahih karena tidak bertentangan dengan Alquran, hadis yang lebih kuat dan akal sehat, sehingga hadisnnya maqbul ma’mul bihi Sedangkan lafadz La Ashba’allahu Batnahu yang tercakup dalam hadis adalah doa yang tidak mengandung makna doa buruk untuk Muawiyah, dikarenakan doa tersebut dikehendaki oleh Nabi karena perilaku Muawiyah yang menjadikan nabi marah karena Allah, di mana Muawiyah lebih mengutamakan makannya daripada memenuhi seruan Rasulnya. sehingga doa Nabi terhadap Muawiyah tidaklah melanggar hukum syariat, bahkan sebagian sahabat dan ahli hadits memasukkannya dalam konteks keutamaan-keutamaan yang dimiliki oleh sabahat Muawiyah, yakni keutamaan yang jika Muawiyah makan, dia tidak pernah merasakan kenyang.
| Item Type: | Thesis (['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined]) |
|---|---|
| Additional Information: | Saifullah |
| Uncontrolled Keywords: | al-Thayalisi; Muawiyah; Otentisitas |
| Subjects: | Tafsir > Tasfir Hadis |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Tafsir Hadis |
| Depositing User: | Users 32 not found. |
| Date Deposited: | 26 Feb 2015 08:31 |
| Last Modified: | 26 Feb 2015 08:31 |
| URI: | http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/1182 |
