Munawaroh, Siti (2013) ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP PANDANGAN TOKOH AGAMA TENTANG JUAL BELI MAHAR BENDA PUSAKA (Studi Kasus di Majlis Taklim Al-Hidayah Desa Tanjungrejo Kec. Bayan Kab. Purworejo). ['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined] thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
cover.pdf
Download (203kB) | Preview
abstrak.pdf
Download (239kB) | Preview
daftar isi.pdf
Download (94kB) | Preview
bab1.pdf
Download (203kB) | Preview
bab2.pdf
Download (256kB) | Preview
bab3.pdf
Download (221kB) | Preview
bab4.pdf
Download (334kB) | Preview
bab5.pdf
Download (99kB) | Preview
daftar pustaka.pdf
Download (94kB) | Preview
Abstract
Skripsi ini adalah hasil penelitian lapangan tentang Analisis Hukum Islam Terhadap Pandangan Tokoh Agama Tentang Jual Beli Mahar Benda Pusaka (Studi Kasus di Majelis Taklim Al-Hidayah Desa Tanjungrejo Kec. Bayan Kab. Purworejo). Dalam hal ini rumusan masalahnya antara lain: 1) Bagaimana praktek pelaksanaan jual beli mahar benda pusaka di Majelis Taklim Al-Hidayah di Desa Tanjungrejo kec. Bayan Kab. Purworejo?. 2)Bagaimana pandangan tokoh agama di Desa Tanjungrejo Kec. Bayan Kab. Purworejo terhadap pelaksanaan jual beli mahar benda pusaka di Majelis Taklim Al-Hidayah?. 3)Bagaimana analisis hukum Islam terhadap pandangan tokoh agama tentang jual beli mahar benda pusaka di Majelis Taklim Al-Hidayah Desa Tanjungrejo Kec. Bayan Kab. Purworejo?.
Penelitian ini termasuk dalam penelitian lapangan (field research) yang menggunakan observasi dan wawancara pada tokoh agama, pembeli dan penjual benda pusaka di Desa Tanjungrejo. Kemudian hasil tersebut dianalisis menggunakan cara deskriptif analisis dengan teori al-bai untuk menarik kesimpulan.
Di desa Tanjungrejo ada Majelis Taklim yang menjual benda pusaka dan transaksi tersebut dengan menggunakan mahar dalam akad jual beli. Dalam hal ini mereka melakukan transaksi jual beli tersebut dengan prinsip suka sama suka dalam arti lain merelakan atas jual beli benda pusaka dengan menggunakan mahar. Akan tetapi disisi lain akad yang dilakukan dengan cara pembeli dan penjual bertemu secara langsung dalam bertransaksi, tidak ada proses tawar-menawar dan tidak ada khiyar, karena mahar telah ditentukan oleh penjual.
Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pandangan tokoh agama di Desa Tanjungrejo mengenai praktek jual beli Mahar benda pusaka di Majelis Taklim Al-Hidayah, terdapat perbedaan pendapat dalam hal boleh tidaknya benda yang ada unsur gaib tersebut menjadi objek jual beli. Perbedaan pendapat tersebut ada yang membolehkan, ada juga yang melarang. Akan tetapi tokoh agama setempat lebih cenderung tidak membolehkan karena yang dijual berupa benda yang mengandung makhluk gaib, sedangkan benda pusaka tersebut hanya sebagai perantara. Sedangkan jual beli tersebut tidak diperbolehkan, karena mengandung unsur penipuan. Barang yang sudah dibeli tidak sesuai dengan apa yang telah disebutkan oleh penjual tentang manfaat dan khasiat barang tersebut. Dampak yang ditimbulkan adalah kerugian pada salah satu pihak.
Dari penelitian yang sudah dilaksanakan, disarankan: Bagi tokoh agama di Desa Tanjungrejo, diharapkan memberikan penyuluhan tentang jual beli Mahar benda pusaka supaya para calon pembeli tidak merasa dirugikan apabila membeli benda pusaka tersebut. Bagi Majelis Taklim Al-Hidayah (Penjual), diharapkan untuk jujur dalam kemanfaatan benda pusaka tersebut sehingga pembeli tidak merasa tertipu.
| Item Type: | Thesis (['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined]) |
|---|---|
| Additional Information: | Muhammad Yazid |
| Uncontrolled Keywords: | Hukum Islam; Pandangan Tokoh Agama; Jual Beli; Mahar; Benda Pusaka |
| Subjects: | Jual Beli |
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Ekonomi Syariah |
| Depositing User: | Editor: Library Administrator----- Information-----http://library.uinsa.ac.id |
| Date Deposited: | 18 Feb 2014 |
| Last Modified: | 21 Apr 2015 04:22 |
| URI: | http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/11252 |
