Wachid, Mochammad (2013) ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP JUAL BELI KELEPONAN KAMBING DI DESA KEDUNG COWEK KECAMATAN BULAK SURABAYA. ['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined] thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
cover.pdf
Download (230kB) | Preview
abstrak.pdf
Download (342kB) | Preview
daftar isi.pdf
Download (305kB) | Preview
bab 1.pdf
Download (149kB) | Preview
bab 2.pdf
Download (190kB) | Preview
bab 3.pdf
Download (26kB) | Preview
bab 4.pdf
Download (124kB) | Preview
bab 5.pdf
Download (9kB) | Preview
daftar pustaka.pdf
Download (20kB) | Preview
Abstract
Skripsi ini adalah hasil penelitian lapangan yang berjudul ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP JUAL BELI KELEPONAN KAMBING DI DESA KEDUNG COWEK KECAMATAN BULAK SURABAYA dan bertujuan untuk menjawab pertanyaan tentang bagaimana proses transaksi jual beli keleponan kambing di Desa Kedung Cowek Kecamatan Bulak Surabaya? dan bagaimana pandangan Islam terhadap jual beli keleponan kambing di Desa Kedung Cowek Kecamatan Bulak Surabaya tersebut?
Dalam penelitian ini data yang dihimpun melalui teknik observasi, interview, dan dokumentasi, yang selanjutnya dilakukan analisis data secara kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif analisis, yaitu metode yang digunakan untuk memaparkan atau menjelaskan yang terkait dengan pembahasan dan kemudian dianalisis. Setelah itu penulis melakukan analisa hukum Islam dengan menggunakan pola pikir deduktif, yaitu memaparkan hal-hal yang bersifat umum dalam jual beli dan kemudian menganalisanya terhadap hal-hal yang bersifat khusus tentang jual beli dalam Islam.
Dari hasil penelitian penulis dapat dijawab pertanyaan dari rumusan masalah pertama bahwa transaksi jual beli keleponan kambing berlangsung seperti layaknya jual beli pada umumnya yaitu ada penjual, pembeli, barang yang diperjualbelikan dan ijab qabul.
Dalam hukum Islam, jual beli keleponan kambing ini sebenarnya termasuk kedalam jual beli yang halal, jika keleponan kambing yang matinya disebabkan oleh seekor induk yang telah disembelih, namun ada sebagian masyarakat yang menjualbelikan keleponan kambing yang mati dalam kandungan. Pada dasarnya, jual beli tersebut sebenarnya termasuk jual beli yang batil, karena syarat dari objek yang diperjualbelikan tidak terpenuhi yaitu benda yang diperjualbelikan adalah benda suci sedangkan keleponan kambing ini adalah benda najis, karena keleponan kambing didapatkan dari janin yang mati dalam kandungan (keguguran) tidak disebabkan oleh seekor induk yang telah disembelih, janin yang mati dalam kandung tanpa adanya penyembelihan dari seekor induk adalah bangkai dan hukumnya haram untuk diperjualbelikan.
Keleponan kambing yang mati dalam kandungan (bangkai) bukan satu-satunya bahan yang dapat konsumsi untuk dijadikan campuran bahan makanan, tetapi masih ada janin (keleponan) yang halal untuk digunakan sebagai campuran bahan makanan. Maka hendaknya menggunakan keleponan kambing yang halal untuk digunakan sebagai campuran bahan makanan, karena keleponan yang mati dalam kandungan tanpa adanya penyembelihan pada seekor induk disebut bangkai, dan haram hukumnya karena najis.
| Item Type: | Thesis (['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined]) |
|---|---|
| Additional Information: | Pembimbing: Sri Warjiyati |
| Uncontrolled Keywords: | Hukum Islam; Jual Beli |
| Subjects: | Hukum Islam > Jual Beli > Jual Beli |
| Depositing User: | Editor: Library Administrator----- Information-----http://library.uinsa.ac.id |
| Date Deposited: | 13 Feb 2014 |
| Last Modified: | 08 Apr 2015 02:11 |
| URI: | http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/11236 |
