Wati, Ade Irma Ani Indah (2013) SEKOLAH SEBAGAI SARANA REPRODUKSI KELAS SOSIAL (TINJAUAN KRITIS TEORI REPRODUKSI PIERRE BOURDIEU DI SMA NEGERI 21 SURABAYA). ['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined] thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
Cover.pdf
Download (864kB) | Preview
Abstrak.pdf
Download (287kB) | Preview
Daftar Isi.pdf
Download (98kB) | Preview
Bab1.pdf
Download (197kB) | Preview
Bab2.pdf
Download (345kB) | Preview
Bab3.pdf
Download (1MB) | Preview
Bab4.pdf
Download (95kB) | Preview
Daftar Pustaka.pdf
Download (182kB) | Preview
Abstract
Studi ini membahas tentang proses reproduksi kelas sosial yang terbentuk di SMA Negeri 21 Surabaya. Ada satu rumusan masalah yang hendak dikaji dalam skripsi ini, yaitu bagaimana bagaimana proses reproduksi kelas sosial di SMA Negeri 21 Surabaya. Untuk menjawab rumusan masalah tersebut peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif. Metode ini dipilih agar diperoleh data penelitian yang bersifat mendalam dan menyeluruh mengenai proses reproduksi kelas sosial di SMA Negeri 21 Surabaya. Data yang diperoleh kemudian disajikan secara deskriptif dan dianalisis dengan teori reproduksi Pierre Bourdieu.
Dari hasil penelitian ini diperoleh data bahwa ternyata sekolah melakukan dua peran, yaitu peran produksi dan reproduksi kelas sosial.
Proses reproduksi kelas sosial yang terbentuk di SMA Negeri 21 Surabaya sendiri terjadi melalui tahap penginternalisasian habitus, budaya, selera, dan pola pikir kelas atas yang dilakukan oleh pihak sekolah dan siswa sendiri. Melalui peraturan dan ketentuan sekolah yang diterapkan sehari-hari secara tanpa disadari telah membentuk habitus dari siswa tersebut. Selain itu interaksi sosial antar teman juga merupakan media sosialisasi yang paling tepat untuk menghegemoni siswa agar mengikuti habitus, budaya, selera, dan pola pikir kelas atas. Sekolah disini berperan sebagai struktur yang melanggengkan kekerasan dan kekuasan simbolik terhadap kelas bawah. Selain itu sekolah juga menjadi arena pertempuran untuk mempertahankan dan memperebutkan modal yang ada (modal budaya, sosial dan simbolik). Untuk mempertahankan dan memperebutkan distribusi ketiga modal tersebut dibutuhkan upaya atau strategi, sehingga dapat mereka miliki. Melalui penguasaan modal-modal tersebut secara tidak langsung sekolah memproduksi dan mereproduksi kelas sosia. Bagi kelas bawah hal tersebut merupakan produksi sosial yang kelak berfungsi untuk menaikkan jenjang sosialnya di masyarakat, sedangkan bagi kelas atas hal tersebut merupakan reproduksi ulang atas kelas dan dominasinya (kekuasan). Kelas sosial sendiri menurut Bourdieu dibagi menjadi 3 jenis yaitu kelas dominan, kelas borjuasi kecil dan kelas populer.
| Item Type: | Thesis (['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined]) |
|---|---|
| Additional Information: | Pembimbing: Dr. Hj. Rr. Suhatini, M.Si |
| Uncontrolled Keywords: | Sekolah, Reproduksi kelas sosial |
| Subjects: | Sosiologi |
| Divisions: | Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Sosiologi |
| Depositing User: | Editor: Library Administrator----- Information-----http://library.uinsa.ac.id |
| Date Deposited: | 03 Feb 2014 |
| Last Modified: | 08 Apr 2015 01:22 |
| URI: | http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/11033 |
