Pertanggung jawaban tersangka yang diduga mengidap gangguan jiwa: studi komparatif hukum pidana positif dan hukum pidana Islam

Tihamah, Tihamah (2013) Pertanggung jawaban tersangka yang diduga mengidap gangguan jiwa: studi komparatif hukum pidana positif dan hukum pidana Islam. ['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined] thesis, IAIN Sunan Ampel Surabaya.

[thumbnail of Tihamah_C33209022_2013 ok.pdf] Text
Tihamah_C33209022_2013 ok.pdf

Download (4MB)
[thumbnail of Cover.pdf]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (229kB) | Preview
[thumbnail of BAB I.pdf]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (222kB) | Preview
[thumbnail of BAB II.pdf]
Preview
Text
BAB II.pdf

Download (204kB) | Preview
[thumbnail of BAB III.pdf]
Preview
Text
BAB III.pdf

Download (358kB) | Preview
[thumbnail of BAB IV.pdf]
Preview
Text
BAB IV.pdf

Download (136kB) | Preview
[thumbnail of BAB V.pdf]
Preview
Text
BAB V.pdf

Download (68kB) | Preview
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA.pdf]
Preview
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (31kB) | Preview

Abstract

Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa dalam proses penyidikan yang dilakukan penyidik terhadap tersangka yang diduga tidak mampu bertanggungjawab tidak berbeda dengan proses penyidikan biasa. Dalam proses pemeriksaan tersangka, apabila terdapat dugaan tersangka memiliki gangguan jiwa maka dapat dilakukan pemeriksaan terhadap kejiwaan tersangka, dan tersangka harus menjalani tes kejiwaan. Apabila hasil tes kejiwaan menunjukkan tersangka memiliki gangguan jiwa maka pihak penyidik dapat mengeluarkan surat perintah pembantaran, dan kembali setelah sembuh Pemeriksaan tersangka dalam hukum acara pidana Islam melihat bahwa meskipun seseoarang menjadi tersangka pidana, tetapi tetap mementingkan keadaan kondisi tersangka. Karena dalam proses peradilan dan hukuman harus memiliki akal agar seseorang itu bisa bertanggung jawab atas tindak pidana ( mukallaf).
Sejalan dengan kesimpulan diatas, maka disarankan pertama, hendaknya UU tindak pidana yang dilakukan pengidap gangguan jiwa lebih diperjelas, karena agar ada kepastian hukum. Kedua, bagi lembaga kepolisian agar ada ahli kejiwaan untuk mempermudah pemeriksaan bagi tersangka gangguan jiwa. Ketiga, agar masyarakat lebih peduli dengan sekitarnya apabila terdapat kejadian tindak pidana dengan
tersangka gangguan jiwa untuk melaporkan kepada pihak berwajib.

Item Type: Thesis (['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined])
Uncontrolled Keywords: Tersangka dengan gangguan jiwa
Subjects: Hukum Islam
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Siyasah Jinayah
Depositing User: Editor: Library Administrator----- Information-----http://library.uinsa.ac.id
Date Deposited: 14 Nov 2013
Last Modified: 17 Feb 2025 02:56
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/10789

Actions (login required)

View Item
View Item