Wardani, Ayu Kusuma (2013) KONSEP DIRI ORANG BERTATTO YANG MENERIMA LABEL NEGATIF DAN DISKRIMINASI DARI LINGKUNGAN SOSIAL. ['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined] thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
cover.pdf
Download (102kB) | Preview
abstrak.pdf
Download (72kB) | Preview
Daftar Isi.pdf
Download (65kB) | Preview
bab 1.pdf
Download (204kB) | Preview
bab 2.pdf
Download (203kB) | Preview
bab 3.pdf
Download (190kB) | Preview
bab 4.pdf
Download (400kB) | Preview
bab 5.pdf
Download (81kB) | Preview
daftar pustaka.pdf
Download (109kB) | Preview
Abstract
Tatto sering dan bahkan sangat sering sehingga terkadang menjadi asumsi tersendiri bagi masyarakat dengan mengaitkan, menghubungkan, dan menjustifikasi tatto dengan bentuk-bentuk kriminilitas. Orang bertatto tentu sangat minder dengan adanya asumsi seperti ini sehingga orang bertatto menjadi tertutup di masyarakat yang nantinya berpengaruh pada karir dan cita-citanya.
Seperti halnya dua sahabat karib dari studio bomtrack tempat ia bekerja sebut saja BZ dan GP. Pengalaman GP saat menjadi orang bertatto Ia pernah dapat perlakuan juga yang tidak mengenakkan pengalaman ia disebuah warung, warkop, swalayan ia selalu diliatin banyak orang dengan pandangan orang aneh, jijik, preman. Berbeda dengan subjek BZ ia tertarik dengan tatto adapun juga pengaruh dari lingkungannya teman-temannya sepermainan yang sudah memakai tatto BZ pada awalnya mentatto dirinya respon dari keluarganya sangat tak suka, Setelah BZ mentatto dirinya dengan penuh dan saat ia naik bus, banyak orang yang memandanginya karena ada sebuah tatto yang full disekujur tubuhnya. Akan tetapi ia tak mempedulikan pandangan orang-orang tersebut. Oleh karena itu peneliti akan membuka wawasan baru tentang konsep diri orang bertatto yang menerima label negative dan diskriminasi dari lingkungan social, yang nantinya membuka mata orang bertatto untuk lebih ekspresif di masyarakat dan memberikan pengetahuan baru bagi masyarakat awam tentang tatto. Dari sinilah peneliti akan meneliti orang bertatto sehingga mengetahui gambaran konsep diri orang bertatto yang menerima label negatif dan diskriminasi dari lingkungan sosial. Pengambilan data dilakukan dengan tekhnik wawancara serta observasi untuk menggali data secara mendalam dari subyek penelitian. Dari hasil penelitian ini, diperoleh hasil bahwa orang bertatto memiliki gambaran positif tentang
dirinya. Bentuk Konsep diri yang dimiliki orang bertatto yakni dimensi internal GP mempunyai prinsip yang kuat, BZ yang sedikit kecewa saat orang memberi label negatif dan dimensi eksternal GP orangnya yang sangat minder, dan BZ yang selalu bersyukur akan keadaanya sekarang, dimana subyek memiliki konsep diri positif tentang dirinya dan bisa menerima kondisi fisiknya. Adapun Aspek Konsep diri pada orang bertatto yakni pengetahuan kedua subjek memiliki informasi yang cukup bahwasanya menjadi orang bertatto itu selalu dipandang negative oleh masyarakat, harapan kedua subjek pun mempunyai harapan tersendiri yakni mereka ingin sama-sama sukses kedepannya dan penilaian mereka berdua menilai dirinya lebih percayadiri saat menjadi orang bertatto.Konsep diri tersebut di pengaruhi oleh Usia Kematangan, Penampilan Diri, Kepatutan Seks, Nama dan Julukan, Hubungan Keluarga, Teman-teman Sebaya, Kreativitas, serta Cita-cita.
| Item Type: | Thesis (['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined]) |
|---|---|
| Additional Information: | Pembimbing : Hamim Rosyidi |
| Uncontrolled Keywords: | Konsep Diri; Orang Bertatto; Label Negative; Diskriminasi |
| Subjects: | Dakwah > Kepuasan Psikologi |
| Divisions: | Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Psikologi |
| Depositing User: | Editor: Library Administrator----- Information-----http://library.uinsa.ac.id |
| Date Deposited: | 12 Nov 2013 |
| Last Modified: | 07 Apr 2015 07:58 |
| URI: | http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/10718 |
