Sukron, Achmad (2013) STUDI AKURASI ARAH KIBLAT MASJID BAITUR ROHIM DESA GANTING KEC. GEDANGAN KAB. SIDOARJO : ANALISIS MENGGUNAKAN METODE BAYANG-BAYANG AZIMUTH. ['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined] thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
COVER.pdf
Download (41kB) | Preview
ABSTRAK.pdf
Download (97kB) | Preview
DAFTAR ISI.pdf
Download (108kB) | Preview
BAB I.pdf
Download (224kB) | Preview
BAB II.pdf
Download (649kB) | Preview
BAB III.pdf
Download (221kB) | Preview
BAB IV.pdf
Download (135kB) | Preview
BAB V.pdf
Download (111kB) | Preview
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (112kB) | Preview
Abstract
Hasil penelitian menyimpulkan bahwa penentuan arah kiblat Masjid Baitur Rohim ialah ditentukan berdasarkan lurusnya dinding Masjid Baitur Rohim, yang kedua ditentukan dengan menggunakan metode ras}dul qiblah pada tanggal 28 Mei 2012, dan yang terakhir ditentukan dengan menggunakan kompas magnetik yang berpatokan pada sudut rata-rata kota Sidoarjo yakni 24 derajat dari titik Barat.
Analisis metode bayang-bayang azimuth terhadap arah kiblat Masjid Baitur Rohim, menentukan bahwa arah kiblat Masjid Baitur Rohim yang semestinya adalah 65 55 35,6 dari Utara ke Barat atau 24 4 24,4 dari Barat ke Utara. Hasil penentuan yang ketiga (arah kiblat saat ini) ialah 57 10 17,25 dari titik Utara ke arah Barat dan menyimpang 8 45 18,35 ke kanan dari sudut kiblat yang semestinya. Hasil penentuan arah kiblat yang kedua, arah kiblatnya 78 3 45,04 dari titik Utara ke arah Barat dan menyimpang 12 8 9,44 ke kiri dari sudut kiblat yang semestinya. Sedangkan selisih antara sudut penentuan awal arah kiblat Masjid Baitur Rohim dengan sudut kiblat yang semestinya, tidak dapat diketahui kerena dinding atau pondasi yang menjadi patokan pada penentuan awal sudah tidak ditemukan lagi. Jadi, arah kiblat Masjid Baitur Rohim saat ini kurang begitu akurat kiblat yang semestinya. Sedangkan selisih antara sudut penentuan awal arah kiblat Masjid Baitur Rohim dengan sudut kiblat yang semestinya, tidak dapat diketahui kerena dinding atau pondasi yang menjadi patokan pada penentuan awal sudah tidak ditemukan lagi. Jadi, arah kiblat Masjid Baitur Rohim saat ini kurang begitu akurat.
Berdasarkan simpulan di atas, maka kepada pengurus Masjid Baitur Rohim Kepada pengurus Masjid Baitur Rohim, disarankan hendaknya tidak menentukan arah kiblat berdasarkan lurusnya dinding Masjid Baitur Rohim. Kedua, di dalam penggunaamn metode ras}dul qiblah, hendaknya memperhatikan selisih waktu antara Greenwich dengan WIB. Yang ketiga, di dalam penggunaan metode kompas magnetik, hendaknya menggunakan sudut dari arah kiblat Masjid Baitur Rohim, bukan sudut rata-rata kota Sidoarjo.
| Item Type: | Thesis (['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined]) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Azimuth; Kiblat |
| Subjects: | Masjid |
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga Islam |
| Depositing User: | Editor: Library Administrator----- Information-----http://library.uinsa.ac.id |
| Date Deposited: | 13 Nov 2013 |
| Last Modified: | 06 Apr 2015 07:28 |
| URI: | http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/10702 |
