TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP TRADISI UTANG-PIUTANG PADA ACARA REMUH DI DESA KOMBANGAN KEC. GEGER BANGKALAN

Handriyani, Luluk (2013) TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP TRADISI UTANG-PIUTANG PADA ACARA REMUH DI DESA KOMBANGAN KEC. GEGER BANGKALAN. ['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined] thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[thumbnail of COVER.pdf]
Preview
Text
COVER.pdf

Download (154kB) | Preview
[thumbnail of ABSTRAK.pdf]
Preview
Text
ABSTRAK.pdf

Download (54kB) | Preview
[thumbnail of DAFTAR ISI.pdf]
Preview
Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (125kB) | Preview
[thumbnail of BAB I.pdf]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (120kB) | Preview
[thumbnail of BAB II.pdf]
Preview
Text
BAB II.pdf

Download (127kB) | Preview
[thumbnail of BAB III.pdf]
Preview
Text
BAB III.pdf

Download (51kB) | Preview
[thumbnail of BAB IV.pdf]
Preview
Text
BAB IV.pdf

Download (118kB) | Preview
[thumbnail of BAB V.pdf]
Preview
Text
BAB V.pdf

Download (13kB) | Preview

Abstract

Hasil penelitian menyimpulkan bahwa tradisi utang piutang pada acara remuh di Desa Kombangan Kecamatan Geger Kabupaten Bangkalan Madura dilakukan oleh penduduk yang diudang oleh tuan rumah yang mempunyai hajatan, biasanya orang yang diundang tersebut terdiri dari orang-orang tertentu, yaitu terdiri dari kalangan orang blater, klebun (Kepala Desa), dan orang-orang yang mempunyai pengaruh di desa. Obyek transaksinya berupa uang yang ditaruh di dalam amplop yang kemudian dimasukkan dalam kotak yang telah disediakan tuan rumah. Adapun tinjauan hukum Islam mengenai tradisi utang piutang pada acara remuh di Desa Kombangan ini adalah sah dengan kaidah hukum Islam yang menyatakan al-aadatu muhakkamatun yang artinya tradisi masyarakat bisa dijadikan hukum. Tradisi ini bisa dijadikan hukum karena tidak bertentangan dengan hukum Islam.
Sejalan dengan kesimpulan di atas, maka ada beberapa saran yang perlu dicantumkan antara lain: pertama, dalam mengambil keputusan hukum hendaknya mempertimbangkan asas kemaslahatan masyarakat baik berupa tradisi masyarakat yang tidak bertentangan dengan al-Quran dan Hadits. Kedua, dalam melakukan utang piutang pada acara remuh hendaknya mencatat hutang tersebut dan mengembalikannya jika orang yang memberikan hutang mempunyai hajat.

Item Type: Thesis (['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined])
Uncontrolled Keywords: Utang Piutang; Remuh
Subjects: Muamalat Muamalah
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Ekonomi Syariah
Depositing User: Editor: Library Administrator----- Information-----http://library.uinsa.ac.id
Date Deposited: 15 Nov 2013
Last Modified: 16 Apr 2015 03:55
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/10646

Actions (login required)

View Item
View Item