STUDI DESKRIPTIF STRESS PRE DAN POST ABORTUS PADA IBU RUMAH TANGGA

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Ilma, Sayyidah Rohmatul (2012) STUDI DESKRIPTIF STRESS PRE DAN POST ABORTUS PADA IBU RUMAH TANGGA. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
cover.pdf

Download (338kB) | Preview
[img]
Preview
Text
bab 1.pdf

Download (129kB) | Preview
[img]
Preview
Text
bab 2.pdf

Download (179kB) | Preview
[img]
Preview
Text
bab 3.pdf

Download (292kB) | Preview
[img]
Preview
Text
bab 4.pdf

Download (258kB) | Preview
[img]
Preview
Text
bab 5.pdf

Download (86kB) | Preview
[img]
Preview
Text
daftar pustaka.pdf

Download (101kB) | Preview

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat stress pre dan post abortus pada ibu rumah. Kota metropolitan seperti Surabaya dengan segala rutinitasnya, mulai dari kemacetan hingga persaingan bisnis serta tuntutan ekonomi kian menghimpit dan membuat perubahan kearah modernitas menjadi semakin terasa. Kondisi seperti ini menyebabkan timbulnya tekanan pada masyarakat yang kurang siap dengan perubahan yang ada.
Selain itu, kota Surabaya merupakan kota dengan urbanisasi terbanyak setelah kota Jakarta yang menjadi ibu kota. Tempat tinggal warga Surabaya yang sudah terlihat padat menjadi semakin padat dengan bertambahnya rantauan dari beberapa daerah yang ingin memperbaiki nasib di kota Surabaya. Menurut Sensus Penduduk Tahun 2010, Kota Surabaya memiliki jumlah penduduk sebanyak 2.765.908 jiwa. Dengan wilayah seluas 333,063 km², maka kepadatan penduduk Kota Surabaya adalah sebesar 8.304 jiwa per km². Oleh karena itu berbagai usaha di upayakan pemerintah dalam mengatasi lonjakan penduduk yang ada di Surabaya, mulai dari penyuluhan KB hingga batas umur di perbolehkannya menikah.
Namun dalam upaya ini masih banyak menemui hambatan yang terjadi akibat kurangnya kerjasama dari anggota keluarga itu sendiri. Sebuah keluarga terkadang tidak dapat melakukan suatu perencanaan dalam keluarganya. Tidak dapat dipungkiri saat seseorang membentuk suatu keluarga maka akan banyak kebutuhan-kebutuhan yang harus mereka penuhi. Oleh karena itu suatu keluarga harus benar-benar sadar bahwa saat tuntutan semakin tinggi mereka harus pintar mengatur dan mengelola kebutuhan itu. pada kenyataannya, masih banyak keluarga yang kurang memiliki perencanaan matang untuk kehidupannya sehingga terkadang terjadi kejadian insidentil diluar perkiraan. Seperti terjadinya kehamilan yang tidak diinginkan karena tuntutan yang sudah terlalu tinggi. Hal ini menyebabkan keluarga tersebut memiliki pemikiran untuk melakukan aborsi.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information: Bambang Widiatmodjo
Creators:
CreatorsEmailNIM
Ilma, Sayyidah RohmatulUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Subjects: Psikologi
Psikologi > Keluarga
Keywords: Keluarga; Aborsi; Stres
Divisions: Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Psikologi
Depositing User: Editor: Library Administrator----- Information-----http://library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 17 Oct 2012
Last Modified: 14 Apr 2015 07:20
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/9780

Actions (login required)

View Item View Item