Istikhdam al jumlah al fi'liyah wa al ismiyah wa fawaiduhuma fi Surah Fushilat

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Faruq, Muhammad (2016) Istikhdam al jumlah al fi'liyah wa al ismiyah wa fawaiduhuma fi Surah Fushilat. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Muhammad Faruq_A01212040.pdf

Download (2MB)

Abstract

Dalam penafsiran terhadap ayat-ayat alqur’an, terdapat beberapa kaidah yang harus dikuasai oleh seorang mufassir yang apabila kaidah-kaidah itu tidak dikuasainya dapat memunculkan kesalahan fatal dalam suatu penafsiran. Oleh karenaitu dalam pembahasan kali ini Kita akan membahas salah satu kaidah diantara kaidah-kaidah yang ada dalam ilmu Tata Bahasa Arab di bidang Balaghah, yaitu kaidah Isim dan Fi’il. Isim yang mempunyai kata lain Kata Benda dan Fi’il dengan kata lain Kata Kerja tentu mempunyai aturan, bentuk dan fungsi yang berbeda, diantaranya Isim mengandung makna tetap dan terus menerus tanpa terputus (الثبوت والدوام) juga terus menerus dan mengalami pembaharuan ( الاستمرار والتجدد ); sebaliknya fi’il tidak mengandung makna serupa melainkan makna/peristiwa yang terjadi pada waktu tertentu : lampau, sekarang, dan yang akan datang juga perubahan ( التجدد والحدوث و بزيادة الثبوت والاستمرار التجددي ). Maka untuk lebih jelasnya, didalam skripsi ini ini, akan dibahas tentang “Faidah penggunaan Ismiyah dan Fi’iliyah dalam surat Fushilat”, dengan pendekatan ilmu Balaghah. Masalah yang dikemukakan dalam masalah ini meliputi Dua hal yatiu : (1)Bagaimanakah bentuk Kalimat Nominal dan Verbal yang terdapat dalam surat Fushilat, dan (2) Bagaimana faidah kalimat Nominal dan Verbal yang terdapat dalam ayat – ayat surat Fushilat. Sementara metode yang penulis gunakan dalam penelitian ini yaitu dua metode : metode bayani dan metode tahlili. Metode bayani adalah suatu metode yang menjelaskan pendapat-pendapat ulama’ yang berhubungan dengan masalah ini. Metode tahlili adalah suatu metode yang dilakukan pembahas untuk menetapkan pendapatnya berdasarkan pendapat para ulama’ dan kesimpulan-kesimpulan. Sedangkan tujuan pembahas dalam membahas masalah ini adalah untuk mengetahui “penggunaan kalimat verbal dan nominal dan faidah-faidahnya dalam surat Fushilat”. Adapun kesimpulan dalam penelitian ini adalah, pemahaman kepada Al-Qur’an tidak boleh sembarangan agar terciptanya pemahaman yang bisa jauh terhindar dari kesalahan terutama pada konteks kalimat Nominal dan Verbal. Kedua kalimat itu mempunyai peran penting untuk menuju pada makna yang baik. Peran penting tersebut terlihat dalam fidah-faidah yang terkandung yaitu الثبوت والدوام untuk kalimat Nominal dan التجدد والحدوث والاستمرار التجددي untuk kalimat Verbal. Dalam surat Fushilat terdapat 43 ayat yang terbentuk oleh kalimat Nominal dan 45 Ayat yang terbentuk oleh kalimat Verbal.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Faruq, Muhammadfaruqmuhammad096@gmail.comUNSPECIFIED
Subjects: Adab
Bahasa Arab
Linguistik
Uncontrolled Keywords: Ayat Al Quran; tata bahasa
Divisions: Fakultas Adab dan Humaniora > Bahasa dan Sastra Arab
Depositing User: Faruq Muhammad
Date Deposited: 18 Aug 2016 05:10
Last Modified: 26 Feb 2019 04:20
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/9440

Actions (login required)

View Item View Item