MUSIK DANGDUT KOPLO MENURUT PERSPEKTIF TEORI SIMULACRA JEAN BAUDRILLARD

Alfian, Pandu Rizki (2014) MUSIK DANGDUT KOPLO MENURUT PERSPEKTIF TEORI SIMULACRA JEAN BAUDRILLARD. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (91kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (53kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (188kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (146kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 3.pdf

Download (189kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 4.pdf

Download (119kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 5.pdf

Download (53kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (80kB) | Preview

Abstract

Skripsi ini yang berjudul “Musik Dangdut Koplo Menurut Perspektif Teori Simulacra Jean Baudrillard”. Ini merupakan hasil penelitian menggunakan studi kepustakaan. Penelitian bertujuan untuk menjawab pertanyaan tentang: 1. Apa itu musik dangdut koplo?, 2. Bagaimana musik dangdut koplo menurut perspektif teori simulacra Jean Baudrillard?
Untuk menjawab pertanyaan di atas secara mendetail, peneliti menggunakan pendekatan penelitian dengan metode kualitatif dan analisa data secara deskriptif historis melalui pencarian fakta yang menggunakan ketepatan interpretasi dengan kajian pustaka yang berhubungan dengan wilayah materi yang diteliti.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan musik dangdut koplo berdasarkan realitas, hiperrealitas, dan simulasi menurut teori simulacra Jean Baudrillard, khususnya yang lebih mendalam mengenai bagaimana hubungannya antara moral dalam perkembangan musik dangdut koplo dengan teori tersebut.
Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa musik dangdut koplo adalah realitas kebudayaan yang menunjukkan suatu karakter yang khas. Kebudayaan yang bertahan pada era posmodern dan di dalamnya memuat ciri-ciri hiperrealitas, simulakra, dan simulasi, serta dominasi tanda-tanda dan nilai simbol menggantikan realitas sebenarnya, representasi serta nilai guna dan nilai tukar menjadi sebuah keniscayaan yang tidak dapat ditolak. Simulakra atau simulasi dalam realitas merupakan akibat dari kemajuan modern dalam bidang teknologi informasi dan proses produksi serta reproduksi obyek. Media massa menjadi mesin-mesin simulasi untuk mereproduksi citra, tanda, dan kode. Perkembangan eksplosif media sangat memberikan pengaruh terhadap sirkulasi tanda dan makna secara berkelanjutan.
Bagi Baudrillard, simulasi adalah realitas kedua yang bereferensi pada dirinya sendiri. Simulasi tidak mempunyai relasi langsung dengan dunia realitas. Bahasa dan tanda-tanda dalam simulasi seakan-akan menjadi realitas yang sesungguhnya, ia adalah realitas buatan. Realitas ciptaan simulasi pada tingkat tertentu akan tampak (dipercaya) sama nyata bahkan lebih nyata dari realitas yang sesungguhnya. Simulasi menciptakan realitas lain di luar realitas faktual (hiperrealitas). Dalam pengertian ini, simulasi menciptakan realitas baru atau lebih tepatnya realitas imajiner yang dianggap real

Email:
Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information: Loekisno Choiril Warsito
Uncontrolled Keywords: Simulacra; Simulasi; Realitas; Hiperrealitas; Representasi
Subjects: Budaya - Agama
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Aqidah Filsafat
Depositing User: Users 18 not found.
Date Deposited: 18 Feb 2015 02:05
Last Modified: 18 Feb 2015 02:05
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/938

Actions (login required)

View Item View Item