SEJARAH PERKEMBANGAN ALIRAN-ALIRAN TAREKAT DI PONDOK PESULUKAN TAREKAT AGUNG TULUNGAGUNG TAHUN 1987-2015

Shobiha, Nur Maulidiyyatus (2016) SEJARAH PERKEMBANGAN ALIRAN-ALIRAN TAREKAT DI PONDOK PESULUKAN TAREKAT AGUNG TULUNGAGUNG TAHUN 1987-2015. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (375kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (192kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (196kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (307kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (323kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 3.pdf

Download (426kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 4.pdf

Download (308kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 5.pdf

Download (212kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (220kB) | Preview

Abstract

Skripsi ini berjudul “Sejarah Perkembangan Aliran-Aliran Tarekat di Pondok Pesulukan Tarekat Agung Tulungagung tahun 1987-2015”. Adapun fokus pembahasan dalam skripsi ini terletak pada (1) Sejarah perdirinya Pondok Pesulukan
Tarekat Agung di Tungagung (2) masuknya masing-masing tarekat, yaitu tarekat Syadzliyah, Qadiriyah dan Qadiriyah wa Naqsabandiyah ke Pondok PETA, serta isi ajaran dan amalan dari masing-masing tarekat. (3) dan pembahasan utama dalam skripsi ini adalah, bagaimana perkembangan ketiga tarekat tersebut dimulai dari zaman Mursyid Kiai Abdul Djalil bin Mustaqim sampai pada masa ke Mursyidan
putranya yaitu Kiai Charir Salachudin. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian sejarah yakni,
metode heuristik yaitu mengumpulkan data yang telah diperoleh saat melakukan proses penelitian dan wawancara. setelah proses pengumpulan data, langka selanjutnya adalah melakukan kritik Sumber yakni membandingkan antara hasil
wawancara dengan data-data yang sudah diperoleh. Interpretasi merupakan proses penulisan atau menafsirkan dari hasil wawancara dan data-data yang diperoleh.
Pendekatan historiografi digunakan penulis untuk menyusun laporan. Serta menggunakan teori Challege and Response dari Arnold J. Toynbee untuk merumuskan pembahasan dalam karya ilmiah ini. Pertama yaitu penulis mengulas sejarah lahirnya pondok Pesulukan Tarekat Agung (PETA), yang dari awal berdiri sudah menjadi pondok yang berlatar belakang
tarekat. Pondok PETA dibangun sekitar tahun 1930 an oleh Kiai Mustaqim. Pondok PETA sendiri sudah mengalami tiga kali pergantian Mursyid diantaranya Kiai Mustaqim bin Husain, kemudian diturunkan ke Mursyidannya kepada anaknya yaitu Kiai Abdul Djalil, setelah meninggalnya beliau digantikan oleh anaknya yaitu Kiai Charir Shalachudin yang masih menjadi Mursyid sampai saat ini. Kedua, Pondok
Pesulukan Tarekat Agung menerapkan tiga ajaran tarekat, diantaranya adalah tarekat Syadziliyah, tarekat Qadiriyah dan tarekat Qadiriyah wa Naqsabandiyah. Kiai Mustaqim mendapat baiat tarekat Syadziliyah dari kiai Abdul Razzaq dari pacitan. Untuk tarekat Qadiriyah dan tarekat Qadiriyah wa Naqsabandiyah beliau memperoleh baiat dari Kiai Khudlhori dari Malangbong Jawa tengah yang sekaligus adalah paman dari Kiai Mustaqim bin Husain. Ketiga, perkembangan tarekat di Pondok PETA Tulungagung, penulis memfokuskan perkembangan yang terjadi mulai dari tahun 1987 sampai pada tahun 2015. Lebih tepatnya pada masa kepemimpinan Kiai Abdul
Djalil bin Mustaqim, sampai pada masa kepemimpinan putranya yaitu Kiai Charir Salachudin.

Email:
Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Pondok Pesulukan Tarekat Agung; Aliran Tarekat
Subjects: Sejarah > Sejarah Islam
Divisions: Fakultas Adab dan Humaniora > Sejarah dan Kebudayaan Islam
Depositing User: Shobiha Nur Maulidiyyatus
Date Deposited: 26 Aug 2016 02:00
Last Modified: 26 Aug 2016 02:00
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/9324

Actions (login required)

View Item View Item