Pemikiran tasawuf Kiai Ihsan Jampes Kediri perspektif sosiologi pengetahuan

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Wasid, Wasid (2014) Pemikiran tasawuf Kiai Ihsan Jampes Kediri perspektif sosiologi pengetahuan. PhD thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (245kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (123kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (33kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (178kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (258kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 3.pdf

Download (505kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 4.pdf

Download (550kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 5.pdf

Download (250kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 6.pdf

Download (112kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (183kB) | Preview

Abstract

Disertasi ini mengangkat Pemikiran Tasawuf Kiai Ihsan Pondok Pesantren Jampes Kediri, salah satu ulama pesantren yang memiliki reputasi internasional. Untuk itu,
keberadaannya berusaha menjawab permasalahan sebagai berikut; Bagaimanakah pengertian tasawuf dalam perspektif kiai Ihsan Jampes?, (2) Bagaimana metodologi kiai
Ihsan dalam memahami konsep-konsep tasawuf?, dan (3) Bagaimana posisi pemikiran tasawuf kiai Ihsan dalam lingkup dunia Pesantren dan dunia Islam pada umumnya?.
Sebagai bagian dari penelitian kualitatif, penulis menggunakan pendekatan sosiologi pengetahuan sebagai cara pandang dalam memahami pemikiran tasawuf kiai
Ihsan Jampes dan posisinya dalam altar pemikiran Islam, khususnya dalam kajian tasawuf. Untuk itu, maka metode historis kritis dan hermeneutik model George
Gadamer digunakan dalam menganalisa konteks kesejarahan, teks-teks lain dan relasinya yang berhubungan dengan pemikiran tasawuf kiai Ihsan.
Temuan penulis disimpulkan sebagai berikut; (1) kiai Ihsan berpandangan bahwa tasawuf diartikan sebagai ilmu yang dapat mengetahui hal ikhwal dan sifat-sifat jiwa,
baik sifat buruk ataupun sifat terpuji, misalnya membahas tentang muraqabah, zuhud, fana’, baqa’ dan lain-lain. Sementara tujuannya adalah sebagai sarana membersihkan
hati dari selain Allah (al-aghyar) dan menghiasinya dengan penyaksiaan langsung kepada dzat sang Maha Raja dan Maha Pengampun, yakni ma’rifat Allah (2). Terdapat tiga
aspek metodologis yang dipandang mampu melahirkan pemikiran tasawuf kiai Ihsan, yakni aspek epistemologis, aspek historis-sosiologis, dan aspek ideologis. Semua aspek
itu nampak dari proses perjalanan intelektual kiai Ihsan yang berkembang dalam kultur dan tradisi kepesantrenan. Darinya, kiai Ihsan bersinggungan langsung dengan tasawuf
sunni ala imam al-Ghazali melalui beberapa kitab kuning yang dikaji dan diajarkan di lingkungan pesantren dengan ideologi Sunni yang diyakini sebagai kebenaran.
Sementara itu, (3) Posisi kiai Ihsan adalah penganut tasawuf sunni ala al-Ghazali sebagaimana dilakukan oleh komunitas pesantren pada umumnya. Tapi, sebagai
penafsir ulung atas pemikiran tasawuf al-Ghazali – setidaknya melalui kitab Siraj al-Talibin—kecenderung kiai Ihsan sebagai pembela al-Ghazali cukup nampak dan kuat laiknya posisi ibn ‘Arabi dalam membela filsafat. Ketegasannya, bisa dilihat ketika kiai Ihsan menolak persepsi salafi-wahhabi (misalnya, ibn Qayyim) yang menuduh pikiran al-Ghazali sebagai bentuk kebodohan, bahkan sebagai kesesatan. Inilah yang kemudian, posisi kiai Ihsan berbeda dengan beberapa penafsir al-Ghazali lainnya, seperti Zakki
Mubarak, Ebrahim Moosa, Sulaiman al-Dunya hingga ‘Amin Abdullah yang mengkritik al-Ghazali secara ‚pedas. dengan gaya ilmiahnya melalui perbandingan al-Ghazali dengan pemikir Barat Imanuel Kant. Alasannya, tasawuf itu bersifat intuitif-subyektif sehingga mengandalkan pengalaman pelakunya, termasuk dialami oleh imam al-Ghazali.
Secara teoritik, disertasi ini menghadirkan temuan teori cultural Sufism, yakni bahwa tasawuf bukan saja berkaitan dengan praktik-praktik sufistik dalam rangka
menggapai kebenaran hakiki (ma’rifat Allah), tapi sekaligus strategi kebudayaan dalam
menebarkan kedamaian kepada sesama sebagaimana juga dilakukan oleh Wali Songo

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (PhD)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Wasid, Wasid--UNSPECIFIED
Subjects: Tasawuf
Uncontrolled Keywords: Tasawuf; al-Ghazali; Pesantren; Cultural Sufism;
Divisions: Program Doktor > Ilmu Keislaman
Depositing User: Editor : Ummir Rodliyah------ Information------library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 17 Feb 2015 04:27
Last Modified: 19 Mar 2018 04:57
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/900

Actions (login required)

View Item View Item