STUDI TENTANG PERNIKAHAN BAGI JEMAAT KRISTIANI DI GEREJA BETHANY NGINDEN SURABAYA

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Rahayu, Siti (2013) STUDI TENTANG PERNIKAHAN BAGI JEMAAT KRISTIANI DI GEREJA BETHANY NGINDEN SURABAYA. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (226kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (89kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (41kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (88kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (153kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 3.pdf

Download (89kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 4.pdf

Download (56kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 5.pdf

Download (41kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (15kB) | Preview

Abstract

Masalah yang diteliti dalam Skripsi ini adalah (1) Bagaimana makna pernikahan Jemaat Kristiani di Gereja Bethany Nginden Surabaya. (2) Bagaimana tata cara pernikahan bagi Jemaat Kristiani di Gereja Bethany Nginden Surabaya.
Jenis penelitian yang digunakan merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode observasi partisipan dan wawancara kepada beberapa informan yang bersangkutan dalam masalah ini.
Alasan memilih Gereja Bethany Nginden Surabaya, peneliti ingin mengetahui secara mendalam terkait tata cara pernikahan di Gereja Bethany dan makna tetang pernikahan Kristiani Di Gereja Bethany Nginden Surabaya.
Tujuan dalam melakukan penelitian ini ialah untuk menjelaskan makna pernikahan, dan tata cara pernikahan Jemaat Kristiani Di Gereja Bethany Nginden Surabaya.
Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pernikahan di Gereja Bethany begitu sacral begitu juga dengan pernikahan di Jawa. hanya saja ada sedikit perbedaannya. Pernikahan Jawa banyak ritual-ritual yang harus dilakukan dan juga mempunyai banyak symbol didalam ritualnya. Sedangkan pernikahan di Gereja Bethany lebih simple dan tidak berbelit-belit. Dalam pernikahan di Gereja Bethany terdapat aturan-aturan yang harus dipenuhi diantaranya syarat-syaratnya guna memperlancar pernikahan yang akan dilaksanakan.
Makna pernikahan berkomitmen kepada tuhan yang diwujudkan dalam pernikahan yang penuh kesetiaan dan penuh tanggung jawab, serta saling mengasihi seumur hidup. Sedangkan tata cara pernikahan di Gereja Bethany yakni setelah kedua calon pengantin menuju ke atas kapel (tempat untuk pernikahan) di tuntun oleh petugas kapel pernikahan kemudian masuk dan kedua calon pengantin berdiri dan disambut oleh keluarga dan rekan dari keluarga calon pengantin. Kedua mempelai naik ke atas menuju ke kapel lalu kedua Mempelai berdiri di depan pintu dan masuk untuk menuju ke Kapel yang Dipandu oleh petugas kapel, Jemaat atau para undangan Berdiri untuk pujian dan untuk menyambut kedua mempelai yang dipimpin oleh Worship Leader atau pemimpin pujian. Pendeta membaca doa Votum. Dilanjutkan dengan pengucapan janji nikah. Kemudian Kedua mempelai tanda tangan janji nikah. Dan Pemasangan cincin nikah yang dipandu oleh pendeta. Jemaat berdiri untuk pemberkatan atau peneguhan nikah dipimpin oleh pendeta. Kedua calon mempelai berlutut dan di iringi pujian pemberkatan oleh pemimpin pujian. Kemudian mempelai Berdiri, lalu mempelai Pria membuka cadar mempelai Wanita, hal ini mengartikan bahwasanya saat calon mempelai wanita ketika cadar masih keadaan tertutup dan kemudian dibuka oleh calon suaminya hal ini menyatakan bahwa mempelai wanita inilah istrinya yang masih gadis dan jika mempelai wanita sudah janda maka cadar tersebut sudah di buka sebelum acara pernikahan di mulai. Kemudian mempelai wanita dan mempelai pria saling berciuman yang dipandu oleh pendeta.
Mempelai diperkenalkan kepada jemaat sebagai pasangan Suami Istri yang baru.
Orang tua beserta kedua calon mempelai menghadap jemaat. Kemudian vii menghadap ke pendeta lalu penyerahan akte nikah beserta janji nikah bersama alkitab yang diberikan oleh pendeta. Kemudian doa penutup dan doa berkat yang
dilakukan oleh pendeta. Kemudian Jemaat duduk dan Orang tua kembali ketempat dan Pasangan Suami Istri yang baru, memberikan persembahan Buah Sulung, buah sulung adalah sebuah pemberian kedua mempelai sebagai ucapan rasa
syukur kepada Tuhan. Persembahan ini berupa uang yang dimasukkan di amplop dan jumlahnya ditentukan oleh mempelai, yang terbaik menurut mempelainya.
Dan dipandu oleh petugas Kapel.
Pasangan Suami Istri yang baru, foto bersama pendeta dan orang tua yang dipandu oleh petugas kapel. Kemudian kedua mempelai foto bersama dipandu oleh petugas kapel. Mempelai dipersilahkan menuju ruang Catatan Sipil dan Dipandu oleh petugas Kapel. Kedua mempelai berjalan menuju ruang catatan sipil untuk melaksanakan pernikahan secara hukum negara. Kedua calon pengantin, dan kedua orang tua, serta saksi kedua mempelai tersebut, duduk ditempat yang telah disediakan oleh pihak gereja untuk melaksanakan tanda tangan surat nikah agar kedua mempelai sah secara hukum negara. Setelah melaksanakan tanda tangan surat nikah, penghulu dan kedua pengantin beserta kedua orang tua kedua
mempelai foto bersama setelah itu kedua mempelai pulang ke rumah untuk resepsi pernikahan.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information: Kunawi Basyir
Creators:
CreatorsEmailNIM
Rahayu, SitiUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Subjects: Nikah
Perbandingan Agama
Perbandingan Agama
Uncontrolled Keywords: Pernikahan Kristiani; Perbandingan Agama
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Perbandingan Agama
Depositing User: Editor : Rini Wahyuningsih------ Information------library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 17 Feb 2015 03:58
Last Modified: 17 Feb 2015 03:58
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/894

Actions (login required)

View Item View Item