Pengaruh positive thingking terhadap keberhasilan siswa dalam ujian sekolah: studi kasus di Madrasah Aliyah di Kota Kediri

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Huda, M. (2011) Pengaruh positive thingking terhadap keberhasilan siswa dalam ujian sekolah: studi kasus di Madrasah Aliyah di Kota Kediri. Masters thesis, IAIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
cover.pdf

Download (57kB) | Preview
[img]
Preview
Text
daf.isi.pdf

Download (12kB) | Preview
[img]
Preview
Text
abstrak.pdf

Download (12kB) | Preview
[img]
Preview
Text
bab1.pdf

Download (43kB) | Preview
[img]
Preview
Text
bab2.pdf

Download (187kB) | Preview
[img]
Preview
Text
bab3.pdf

Download (34kB) | Preview
[img]
Preview
Text
bab4.pdf

Download (151kB) | Preview
[img]
Preview
Text
bab5.pdf

Download (331kB) | Preview
[img]
Preview
Text
bab6.pdf

Download (14kB) | Preview
[img]
Preview
Text
daf.pustaka.pdf

Download (15kB) | Preview

Abstract

Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) bukanlah agenda baru bagi dunia pendidikan, UASBN biasa dilaksanakan oleh pemerintah setiap tahun bagi siswa yang duduk di kelas akhir program pendidikannya. Mulai dari siswa tingkat sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sampai siswa Sekolah Menengah Atas (SMA). Kebijakan pemerintah ini tertuang dalam undang-undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional pada pasal 58 yang secara garis besar mengatur mengenai evaluasi belajar dengan tujuan untuk menilai pencapaian standar nasional pendidikan. Fokus penelitian ini adalah ujian akhir sekolah berstandar nasional pada siswa sekolah menengah atas atau dalam penelitian ini lokus yang dipilih adalah madrasah aliyah yang ada di kota kediri. Penelitian ini dilatarbelakangi adanya standar minimal yang harus dicapai oleh siswa dalam ujian nasional, yang pada akhirnya menimbulkan kecemasan dan ketakutan di kalangan siswa, mengingat jika tidak mampu mencapai nilai minimal yang ditetapkan maka siswa yang bersangkutan tidak bisa melanjutkan pendidikannya alias tidak lulus. Alasan diambilnya sampel peserta didik SMA/MA, dikarenakan menurut peneliti peserta didik tingkat ini memiliki beban lebih besar. Selain itu, kebanyakan kasus peserta didik yang stres dan drop ketika tidak lulus adalah peserta didik SMA/MA. Indikasi awal dari kecemasan dan ketakutan beberapa pihak yang berkepentingan dalam ujian nasional adalah Pertama, diwaktu-waktu menjelang ujian pihak sekolah akan sangat sibuk mempersiapkan diri tidak hanya persiapan proses belajar mengajar seperti adanya les tambahan tetapi juga dilaksanakannya istigosah, tahlil dan doa bersama untuk kesuksesan ujian nasioanal. Kedua, para siswa mulai aktif mengikuti bimbingan belajar, seperti les di luar jam sekolah, mendatangkan guru psrivat dan mengikuti try out ujian nasional. Aspek yang perlu diperhatikan selain mempersiapkan kemampuan kognitif siswa, maka diperlukan mempersiapkan aspek mental dan pola pikir. Kecemasan yang timbul akibat ujian nasional bisa mengganggu konsentrasi siswa, maka dalam penelitian ini pendekatan psikologis yang digunakan berupa positive thingking dengan variabel penelitian optimis dan ketenangan dalam menghadapi ujian nasional dicoba digali lebih dalam oleh penulis, untuk mengetahui efek yang bisa didapat jika siswa mampu mengendalikan diri dan mampu optimis sehingga sukses dalam ujian nasional. Maka penelitian ini ingin mengetahui apakah ada pengaruh positive thingking terhadap keberhasilan siswa dalam ujian nasional, dan apakah positive thingking mampu memberikan motivasi belajar siswa menghadapi ujian nasional. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan metode ex post facto, dengan pendekatan studi kasus di madrasah aliyah di kota kediri. Peneliti menetapkan syarat inklusi dan eklusi bagi sampel madrasah dan sampel siswa, sehingga didapat sampel yang sesuai dengan keinginan peneliti. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan dokumentasi. Teknis analisis data menggunakan analisa deskriptif berbentuk persentase untuk menjawab hipotesis pertama, sedangkan untuk menjawab hipotesis kedua menggunakan analisa regresi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sikap optimis para siswa sebesar 75% berkorelasi terhadap motivasi belajar mereka dalam menghadapi ujian sekolah. Sedangkan pengaruh positive thingking hanya menyumbang 1,5% sampai 1,9% terhadap keberhasilan siswa dalam ujian nasional. Namun, jika dianalisa dengan komparasi jenis kelamin didapat pada siswa laki-laki positive thingking menyumbang 28,7 % sampai 33,6% sedangkan pada siswa perempuan hasilnya lebih tinggi yaitu 20,6% sampai 44,4%. Temuan menarik dalam penelitian ini adalah positive thingking bisa berpengaruh secara maksimal sebesar 70,9 % terhadap keberhasilan ujian sekolah (pada penelitian ini di semester dua), yang mampu dicapai oleh siswa perempuan. Selain itu ditemukan bahwa siswa yang memiliki sikap over positive thingking (diatas 101) maka nilai yang didapat dalam ujian malah akan menurun. Hal inilah yang diduga peneliti menyebabkan siswa pandai dalam ujian nasional nilainya jatuh atau malah tidak lulus ujian.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Masters)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Huda, M.--UNSPECIFIED
Subjects: Pendidikan > Metode
Uncontrolled Keywords: Positive thingkin; keberhasilan; ujian sekolah
Divisions: Program Magister > Pendidikan Agama Islam
Depositing User: Editor: Library Administrator----- Information-----http://library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 10 Feb 2012
Last Modified: 07 Dec 2017 08:15
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/8698

Actions (login required)

View Item View Item