PROSES PERUBAHAN SOSIAL DALAM PENGELOLAAN LINGKUNGAN YANG KUMUH MENJADI LINGKUNGAN BERSIH, SEHAT DAN RAPI DI RT VII RW X KELURAHAN GUNDIH KECAMATAN BUBUTAN SURABAYA

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Ningrum, Fifin Sethiya (2010) PROSES PERUBAHAN SOSIAL DALAM PENGELOLAAN LINGKUNGAN YANG KUMUH MENJADI LINGKUNGAN BERSIH, SEHAT DAN RAPI DI RT VII RW X KELURAHAN GUNDIH KECAMATAN BUBUTAN SURABAYA. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
COVER.pdf

Download (53kB) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (10kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (26kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB II.pdf

Download (49kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB III.pdf

Download (31kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB IV.pdf

Download (24kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB V.pdf

Download (37kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB VI.pdf

Download (10kB) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (10kB) | Preview

Abstract

Masalah yang diteliti dalam skripsi ini adalah :
1.Bagaimana Proses Perubahan Sosial Masyarakat Gundih Dalam Pengelolaan Lingkungan Yang Kumuh Menjadi Lingkungan Bersih, Sehat Dan Rapi ?
Untuk mengidentifikasi permasalahan tersebut, penelitian ini menggunakan analisis fenomenologi yang bersifat deskriptif, menganalisis perubahan sosial dalam pengelolaan lingkungan yang kumuh menjadi lingkungan bersih, sehat dan rapi
Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam kepada informan-informan yang dipilih peneliti untuk dimintai keterangan menyangkut proses perubahan sosial, melakukan observasi, serta data-data pendukung lainnya seperti dokumen-dokumen tertulis
penelitian ini menyimpulkan bahwa :
1.Menghargai Pengetahuan Lokal
Dengan merubah pola pikir masyarakat yang awalnya tidak mengerti tentang pentingya menjaga kelestarian lingkungan menjadi paham akan pentingnya kelestarian lingkungan.
2.Menghargai Kebudayaan Lokal
Dalam merubah pola pikir mereka yakni harus menghargai kebudayaan lokal. Memang pada dasarnya menghargai kebudayaan lokal sangat penting
3.Menghargai Sumber Daya Lokal
Dengan tujuan mereka mampu memanfaatkan sumber daya lokal yang memiliki nilai tambah.
4.Menghargai Keterampilan Lokal
Dari hasil yang dibuat oleh warga Gundih yaitu dari sisa-sisa sampah yang dibuat mereka bisa menjualnya diluar.
5.Menghargai Proses Lokal
Demi kelangsungan program yang di capai masyarakat Gundih selalu mengadakan peretmuan rutin di kampungnya. Mulai dari pembuatan kader lingkungan, kegiatan membuat kompos dan juga kerajinan tangan mereka laksanakan. Semua berawal dari seorang pemimpin lokal yang mau mengajak warganya untuk merubah lingkungan mereka menjadi bersih, sehat dan rapi.
6.Bekerja Dalam Solidaritas
Sebuah komponen kunci dari kerja adalah gagasan bekerja dalam solidaritas dengan warga masyarakat. Hal ini mengandung arti bahwa warga Gundih dalam menjaga kelestarian lingkungannya bebas mengikuti agendanya sendiri dari pada menyediakan waktu dan menerima kesulitan-kesulitan untuk memahami sifat dari masyarakat lokal. mereka bekerjasama demi mewujudkan suatu yang ingin dicapai

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Ningrum, Fifin SethiyaUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Subjects: Masyarakat Islam
Uncontrolled Keywords: Perubahan Sosial; Kumuh; Bersih; Rapi
Divisions: Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Pengembangan Masyarakat Islam
Depositing User: Editor: Library Administrator----- Information-----http://library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 19 Aug 2010
Last Modified: 16 Feb 2015 03:12
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/8567

Actions (login required)

View Item View Item