Analisis Terhadap Metode Pemikiran Mohammad Manshur Al-Batawi tentang Irtifa'ul Hilal dalam Kitab Sullamun Nayyirain

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Masyhadi, Ahmad (2010) Analisis Terhadap Metode Pemikiran Mohammad Manshur Al-Batawi tentang Irtifa'ul Hilal dalam Kitab Sullamun Nayyirain. Undergraduate thesis, IAIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Ahmad Masyhadi_C51206016.pdf

Download (1MB)

Abstract

Skripsi dengan judul analisis terhadap metode pemikiran Mohammad Manshur Al-Batawi tentang irtifa'ul hilal dalam kitab Sullamun Nayyirain ini merupakan hasil penelitian kepustakaan untuk menjawab pertanyaan tentang bagaimana metode pemikiran Mohammad Manshur al-Batawi tentang irtifa'ul hilal dalam kitab Sullamun Nayyirain dan bagaimana akurasi irtifa'ul hilal dengan menggunakan metode pemikiran Mohammad Manshur al-Batawi.Guna menjawab permasalahan di atas, penulis menggunakan teknik pengumpulan data melalui dokumentasi dengan menggali data-data yang masuk dalam kategori primer maupun sekunder. Sumber primer di sini adalah merupakan data yang diperoleh dari hasil pemikiran subyek penelitian. Oleh sebab itu yang menjadi sumber primer dalam penelitian ini adalah kitab karya Mohammad Manshur al-Batawi, Sullamun Nayyirain, Jakarta, 1925. Dan sebagai data sukender, penulis ambil dari berbagai literatur yang berkaitan dengan pembahasan khususnya tentang irtifa'ul hilal. Selanjutnya untuk mendapatkan hasil dari seberapa tepat metode irtifa'ul hilal yang ada dalam kitab Sullamun Nayyirain, penulis menggunakan analisis dengan metode deskriptif dan content analysis.Dalam kitab Sullamun Nayyirain, irtifa'ul hilal dihitung dengan membagi dua selisih waktu terbenam matahari dengan waktu ijtima' dengan dasar bulan meninggalkan matahari ke arah timur sebesar 12 (dua belas) derajat setiap sehari semalam (24 jam). Dari analisis data hasil penelitian ini, penulis menyimpulkan bahwa metode irtifa'ul hilal yang ditulis Mohammad Manshur al-Batawi dalam kitab Sullamun Nayyirain penulis anggap masih kurang valid. Anggapan ini setidaknya berdasar atas teori dan hasil praktis dari penghitungan irtifa'ul Sullamun Nayyirain itu sendiri. Seharusnya penghitungan tersebut harus dikoreksi lagi dengan menghitung mathla'ul ghurub matahari dan bulan berdasarkan wasat matahari dan bulan. Selain itu, dalam tataran praktis, diketahui bahwa hasil dari penghitungan irtifa'ul hilal dengan menggunakan teori yang ada dalam kitab Sullamun Nayyirain mempunyai perbedaan yang sangat jauh dengan hasil penghitungan teori lain yang dianggap mempunyai validitas yang kuat.Dari kesimpulan di atas, diharapkan kepada Pemerintah melakukan kerja sama dengan para Ulama dan pakar falak dalam upaya penentuan awal bulan hijriyah agar tidak terjadi perselihan di tengah masyarakat menyangkut persoalan penentuan awal bulan hijriyah. Selain itu, diharapakan pula kepada lembaga atau badan hisab rukyah untuk melakukan penelitian yang lebih serius terhadap berbagai metode hisab. Hal ini sangat perlu, karena tidak sedikit dari beberapa organisasi ke-Islaman yang masih menggunakan metode hisab sebagai dasar penentuan awal bulan hijriyah. Dan Bagi umat Islam hendaknya dalam menentukan awal bulan hijriyah, khususnya untuk bulan Ramadlan dan Syawal menunggu hasil penetapan dari pemerintah.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Masyhadi, AhmadUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Subjects: Hukum Islam
Hisab dan Rukyah
Keywords: Irtifa'ul Hilal;Sullamun Nayyirain; Mohammad Mansyur al Batawi; Hilal; Ijtimak
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga Islam
Depositing User: Editor: Library Administrator----- Information-----http://library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 19 Aug 2010
Last Modified: 20 May 2019 02:27
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/8561

Actions (login required)

View Item View Item