Dampak novel Ayat-Ayat Cinta terhadap bangunan pluralisme agama di Indonesia

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Anam, Ahsanul (2010) Dampak novel Ayat-Ayat Cinta terhadap bangunan pluralisme agama di Indonesia. Undergraduate thesis, IAIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (783kB) | Preview
[img]
Preview
Text
daftar isi.pdf

Download (16kB) | Preview
[img]
Preview
Text
bab 2.pdf

Download (172kB) | Preview
[img]
Preview
Text
bab 3.pdf

Download (79kB) | Preview
[img]
Preview
Text
bab 4.pdf

Download (94kB) | Preview
[img]
Preview
Text
bab 5.pdf

Download (16kB) | Preview
[img]
Preview
Text
daftar pustaka.pdf

Download (24kB) | Preview

Abstract

Skripsi ini hasil kajian pustaka dengan menggunakan metode library research (penelitian kepustakaan) dan selanjutnya dianalisis dengan teknik analisis data terhadap fenomena novel ayat-ayat cinta yang sangat populer khususnya di Indonesia. Permasalahan yang ingin dijawab adalah bagaimana dampak novel Ayat-Ayat Cinta terhadap kehidupan keagamaan di Indonesia. Novel Ayat-Ayat Cinta sangat populer di tahun 2008 dengan munculnya film novel tersebut. Tidak hanya dikalangan remaja bahkan para pejabatpun ikut menonton film Ayat-Ayat Cinta, di desa maupun di kota seluruh kalangan membicarakan film Ayat-Ayat Cinta. Para petinggi pemerintah ramai-ramai menonton. Dari Presiden Susilo Bambang Yudoyono dan Wapres Jusuf Kalla, mantan Presiden BJ Habibie, Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, Wakil Ketua MPR AM Fatwa dan sejumlah menteri dengan sengaja menonton di bioskop dan memuji Ayat-Ayat Cinta. Demikian pula kaum selebritis. Novel Ayat-Ayat Cinta memang meledak. Namun kesuksesannya tak disambut gembira semua pihak. Sebagian menuduh Novel ini merupakan promosi poligami, atau semacam propaganda agama. Sebagian lain ada yang marah karena sang film ternyata menghianati sang novel. Namun di sebrang yang lain, justru ada pula tuduhan sebaliknya; Ayat-ayat Cinta lebih berbahaya dari film maksiat dan karena itu menontonnya adalah perbuatan haram. Akan tetapi banyak pula yang mengatakan bahwa novel ayat-ayat cinta juga sebagai penyejuk hati, dengan gaya bahasa dan pesan moral yang ada dalam novel tersebut. Fahri sebagai pemeran utama juga menggambarkan seorang lelaki yang bijaksana dalam menyikapi sesuatu. Dari fenomena di atas dapat dilihat bahwa novel ayat-ayat cinta beragam dampaknya, ada segi positif dan negatifnya. Segi positif sebagai penyejuk hati, dan menambah keimanan serta berlaku bijaksana dan adil, dari segi negatif menggambarkan atau mempromosikan poligami, juga menjastifikasi terhadap salah satu agama.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Anam, AhsanulUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Subjects: Dualisme dan Pluralisme
Uncontrolled Keywords: Sosiologi Agama; Pluralisme agama; Novel
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Perbandingan Agama
Depositing User: Editor: Library Administrator----- Information-----http://library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 18 Aug 2010
Last Modified: 09 Jan 2018 07:58
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/8528

Actions (login required)

View Item View Item