PERBEDAAN KEMAMPUAN PENALARAN ADAPTIF SISWA YANG DIAJAR MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 7E DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KONVENSIONAL PADA MATERI LUAS PERMUKAAN BALOK KELAS VIII SMP NEGERI 17 SURABAYA

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Windiarti, Zeny (2014) PERBEDAAN KEMAMPUAN PENALARAN ADAPTIF SISWA YANG DIAJAR MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 7E DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KONVENSIONAL PADA MATERI LUAS PERMUKAAN BALOK KELAS VIII SMP NEGERI 17 SURABAYA. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (339kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (16kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (110kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (300kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (556kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 3.pdf

Download (206kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 4.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 5.pdf

Download (87kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (237kB) | Preview

Abstract

Penalaran adaptif (adaptive reasoning) merupakan salah satu kompetensi matematis yang perlu dikembangkan dalam pembelajaran matematika di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan penalaran adaptif siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran Learning Cycle 7e dengan model pembelajaran konvensional pada materi luas permukaan balok.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan data kualitatif. Subjek penelitian adalah 6 siswa kelas VIII SMP Negeri 17 Surabaya. Dimana 3 siswa dari kelas VIII C yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran learning cycle 7e dengan disimbolkan S1, S2, dan S3 dan 3 siswa kelas VIII D yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran konvensional dengan disimbolkan S4, S5, dan S6. Pengumpulan data dilakukan dengan tes penalaran adaptif dan wawancara. Soal penalaran adaptif dan wawancara dianalisis berdasarkan lima indikator penalaran adaptif, yaitu: siswa mampu mengajukan dugaan atau konjektur, siswa mampu memberikan alasan mengenai jawaban yang diberikan, siswa mampu menarik kesimpulan dari suatu pernyataan, siswa mampu memeriksa kesahihan suatu argumen, dan siswa mampu menemukan pola dari sesuatu masalah matematis.
Berdasarkan hasil analisis data diperoleh data bahwa S1, S2, dan S3 yang di ajar menggunakan model pembelajaran learning cycle 7e kemampuan penalaran adaptifnya tergolong dalam criteria sangat baik dengan skor rata-ratanya adalah 19,33. Sedangkan untuk S4, S5 dan S6 yang diajar menggunakan model pembelajaran konvensional kemampuan penalaran adaptifnya juga tergolong kedalam criteria sangat baik dengan skor rata-ratanya adalah 19

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information: Yuni Arrifadah
Creators:
CreatorsEmailNIM
Windiarti, ZenyUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Subjects: Metode Pembelajaran
Matematika
Uncontrolled Keywords: Penalaran Adaptif; learning cycle; Konvensional
Divisions: Fakultas Tarbiyah dan Keguruan > Pendidikan Matematika
Depositing User: Editor : Rini Wahyuningsih------ Information------library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 16 Feb 2015 08:50
Last Modified: 16 Feb 2015 08:50
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/850

Actions (login required)

View Item View Item