EPISTIMOLOGI PENDIDIKAN KAUM SANTRI’: TELAAH ATAS PEMIKIRAN KH ABDURRAHMAN WAHID TENTANG KURIKULUM PESANTREN

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Abdullah, Abdullah (2014) EPISTIMOLOGI PENDIDIKAN KAUM SANTRI’: TELAAH ATAS PEMIKIRAN KH ABDURRAHMAN WAHID TENTANG KURIKULUM PESANTREN. Masters thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (137kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (54kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (95kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (306kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (469kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 3.pdf

Download (345kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 4.pdf

Download (344kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 5.pdf

Download (170kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (126kB) | Preview

Abstract

Tesis ini mengolaborasi salah satu lembaga pendidikan yang mempunyai kekhasan tersendiri dan berbeda dengan lembaga pendidikan yang lainnya adalah pesantren. Di tinjau dari segi historisnya, Pesantren merupakan bentuk lembaga pribumi tertua di Indonesia. Pesantren sudah dikenal jauh sebelum Indonesia merdeka, bahkan sejak Islam masuk ke Indonesia, pesantren terus berkembang sesuai dengan perkembangan dunia pendidikan pada umumnya.
Kehadiran pesantren dikatakan unik karena dua alasan yakni pertama, pesantren hadir untuk merespon situasi dan kondisi suatu masyarakat yang dihadapkan pada runtuhnya sendi-sendi moral atau bisa disebut perubahan sosial. Kedua, didirikannya pesantren adalah untuk menyebar luaskan ajaran universalitas Islam ke seluruh pelosok nusantara.
Hal ini menjadi perhatian khusus penulis, sehingga penulis tertarik untuk menelitinya. Untuk itu, penulis mengurainya dalam rumusan: 1. Bagaimana Historisitas Pendidikan Kaum Santri dan kiprah KH. Abdurrahan Wahid (Gus Dur) ? 2. Bagaimana Epistimologi Pendidikan Kaum Santri Perspektif KH. Abdurrahan Wahid (Gus Dur) ?
Penelitian ini bertujuan untuk mendekripsikan Bagaimana Historisitas Pendidikan Kaum Santri dan sepak terjang pemikiran KH. Abdurrahan Wahid (Gus Dur) dan Bagaimana Epistimologi Pendidikan Kaum Santri Perspektif KH. Abdurrahan Wahid (Gus Dur).
Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metodologi penelitian : 1. Pendekatan dan Jenis Penelitian: penelitian literer (bibliography Research), 2. Sumber Data: Sumber Data yang diperoleh melalui pengamatan dan analisis terhadap literatur-literatur yang menjelaskan sejarah dan kiprahKH. Abdurrahamn Wahid (Gus Dur) Sumber data sekunder, data di anggap relevan. 3.Tehnik Pengumpulan Data: dengan membaca buku karya KH ‘Abdurrahamn Wahid (Gus Dur) yang lebih banyak terfokus pada sisi pesantren. 4. Metode Deskriptif.
Hasil dari penelitian ini adalah Secara geneolgi watak keilmuan pesantren yang sekarang ini merupakan hasil dialektika antara dua kelompok besar dalam arus intelektualitas Islam dimasa awal, yaitu hasil kombinasi sikap humanisme, hasil serapan dari nalar berfikir filosofi yunani yang sudah mengakar ditimur tengah sejak agresi sultan iskandaria dan kecendrungan normative untuk memperlakukan al-Qur’an dan hadith sebagai sumber formal. Inilah yang kemudian menurut Gus Dur melahirkan generasi baru, generasi yang berani mengambil lompatan pemikiran ala filosofi yunani, namun disisi yang lain mereka tetap mengedepankan al-Qur’an dan hadith sebagai sumber utama secara nurmatif, (Gus Dur menyebut kelompok ini shaleh humanis)
Secara esensial pesantren berdasarkan epistemology kitab kuning difungsikan oleh kalangan pesantren sebagai referensi nilai universal dalam menyikapi segala tantangan kehidupan. Karena itu, kitab kuning harus tetap terjaga. Kitab kuning dipahami sebagai mata rantai keilmuan Islam yang dapat bersambung hingga pemahaman keilmuan Islam masa tabiin dan sahabat hingga sampai pada nabi Muhammad. Makanya, memutuskan mata rantai kitab kuning, sama artinya membuang sebagian sejarah intelektual umat. Langkah perubahan pada pesantren agar pengajaran dipesantren tidak hanya mempelajari kitab klasik saja, tetapi juga mengajarkan mata pelajarana umum. Hal ini perlu dilakukan karena dengan alasan mayoritas santri yang belajar dipesantren tidak semua bertujuan ingin menjadi ulama’, mereka selain mempelajari ilmu agama, dipesantren juga harus diberi pengetahuan umum bahkan santri-santri mesti memiliki kemampuan lain agar lebih dapat mengembangkan potensi dirinya

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information: Rildwan Nashir
Creators:
CreatorsEmailNIM
Abdullah, AbdullahUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Subjects: Pesantren
Pendidikan > Kurikulum
Uncontrolled Keywords: Epistimologi; Pendidikan; Kaum Santri; KH Abdurrahman Wahid.
Divisions: Program Magister > Pendidikan Agama Islam
Depositing User: Editor : Ummir Rodliyah------ Information------library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 16 Feb 2015 07:27
Last Modified: 16 Feb 2015 07:27
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/835

Actions (login required)

View Item View Item