STUDI KOMPARASI TENTANG PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEKNIK TWO STAY TWO STRAY DENGAN PEMBELAJARAN KONVENSIONAL DALAM KETERAMPILAN BERARGUMENTASI SISWA PADA PEMBELAJARAN PAI DI SMA AL-MUNIROH UJUNGPANGKAH GRESIK

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Qomariyah, Ita (2010) STUDI KOMPARASI TENTANG PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEKNIK TWO STAY TWO STRAY DENGAN PEMBELAJARAN KONVENSIONAL DALAM KETERAMPILAN BERARGUMENTASI SISWA PADA PEMBELAJARAN PAI DI SMA AL-MUNIROH UJUNGPANGKAH GRESIK. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
bab. i.pdf

Download (113kB) | Preview
[img]
Preview
Text
bab. ii.pdf

Download (172kB) | Preview
[img]
Preview
Text
bab. iii.pdf

Download (74kB) | Preview
[img]
Preview
Text
bab. iv.pdf

Download (186kB) | Preview
[img]
Preview
Text
bab. v.pdf

Download (57kB) | Preview
[img]
Preview
Text
bab. vi.pdf

Download (19kB) | Preview

Abstract

Berdasarkan pengalaman penulis di lapangan, pemilihan metode pembelajaran dapat mempengaruhi keterampilan berargumentasi siswa, pembelajaran konvensional yang sering diterapkan guru mengakibatkan siswa cenderung menghafal dan bekerja secara prosedural dan memahami materi tanpa bernalar. Hal ini berakibat keterampilan berargumentasi siswa rendah karena dalam pembelajaran konvensional peran siswa bersifat pasif hanya mendengarkan, mencatat, dan mengerjakan latihan-latihan soal yang diberikan oleh guru. Salah satu metode atau teknik pembelajaran yang dapat mengaktifkan siswa adalah pembelajaran kooperatif. Minat dan keterampilan berargumentasi siswa di sekolah masih rendah. Keterampilan berargumentasi yang termasuk dalam keterampilan berbicara masih dianggap sulit oleh siswa. Kesulitan berargumentasi ini terefleksi pada ketidaktahuan siswa tentang apa yang harus dibicarakan, untuk apa dibicarakan, dan bagaimana membicarakannya. Sementara itu, pembelajaran PAI yang diselenggarakan kurang menekankan pada latihan (praktik) berbicara. Kalaupun ada latihan, kegiatan itu tidak efektif dan menarik bagi siswa. Di samping itu, teknik mengajar guru kurang bervariasi. Jika hal itu terus tejadi, maka tujuan pembelajaran PAI tidak akan pernah tercapai. Siswa akan tetap gagap dan gugup dalam berbicara. Oleh sebab itu, dibutuhkan suatu model pembelajaran yang dapat mengarahkan dan mentransfer ide-ide atau gagasan yang dapat dikemukakan oleh siswa dan merangsang siswa untuk aktif berbicara khususnya dalam berargumentasi. Masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah:1)Bagaimana penerapan pembelajaran kooperatif teknik Two Stay Two Stray pada pembelajaran PAI, 2)Bagaimana penerapan pembelajaran konvensional pada pembelajaran PAI, 4)Bagaimana keterampilan berargumentasi siswa pada pembelajaran PAI, 5)Bagaimana komparasi pembelajaran kooperatif teknik Two Stay Two Stray dengan pembelajaran konvensional dalam keterampilan berargumentasi siswa pada pembelajaran PAI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komparasi pembelajaran kooperatif teknik Two Stay Two Stray dengan pembelajaran konvensional dalam keterampilan berargumentasi siswa pada pembelajaran PAI kelas XI SMA Al-Muniroh Ujungpangkah Gresik. Dengan populasi sebanyak 60 siswa yang terdiri dari dua kelas (XI IPA dan XI IPS). Pada penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA (30 siswa) sebagai kelompok eksperimen (kelompok yang dikenai perlakuan) dan siswa kelas XI IPS (30 siswa) sebagai kelompok kontrol (kelompok yang tidak dikenai perlakuan). Pengumpulan data dilakukan dengan metode Uji Coba, Wawancara, Dokumentasi, Observasi, Angket dan Tes. Sedangkan bentuk desain eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini adalah True Eksperimental Design dengan rancangan Pretest-Posttest Control Group Design, yang kemudian dilanjutkan dengan analisis Statistik Uji t (Rumus Fisher) untuk menganalisa data tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara keterampilan berargumentasi siswa kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol. Perbedaan ini dapat dilihat dari meningkatnya skor rata-rata kelompok Eksperimen dari 6,1 (Pre-Test) menjadi 8,3 (Post-Test) dan kelompok kontrol dari 6,2 (Pre-Test) menjadi 7,1 (Post-Test). Ini menunjukkan tingkat signifikansi sebesar 1,2. Dalam hasil perhitungan Uji t diperoleh to sebesar 4,84. Angka ini jauh lebih besar dibanding tt pada taraf signifikansi 5% yaitu 2,00 dan taraf signifikansi 1% yaitu 2,65 (2,00 4,84 2,65). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan teknik Two Stay Two Stray cukup efektif dibandingkan pembelajaran konvensional dalam keterampilan berargumentasi siswa pada pembelajaran PAI kelas XI SMA Al-Muniroh Ujungpangkah Gresik.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Qomariyah, ItaUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Subjects: Pendidikan
Pendidikan > Evaluasi
Uncontrolled Keywords: Teknik Two Stay Two Stray; Pembelajaran Konvensional;
Divisions: Fakultas Tarbiyah dan Keguruan > Pendidikan Agama Islam
Depositing User: Editor: Library Administrator----- Information-----http://library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 14 Aug 2010
Last Modified: 16 Feb 2015 04:09
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/8341

Actions (login required)

View Item View Item