Analisis Framing berita Vonis Gayus Tambunan pada Harian Tempo Edisi 24 - 30 Januari 2011

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Choirun, Moch. (2011) Analisis Framing berita Vonis Gayus Tambunan pada Harian Tempo Edisi 24 - 30 Januari 2011. Undergraduate thesis, IAIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Moch. Choirun_B06207065.pdf

Download (759kB)

Abstract

Skripsi ini membahas tentang bagaimana majalah Tempo dalam memaknai, membingkai dan mengkonstruksikan berita kasus vonis Gayus Tambunan pada majalah Tempo edisi 24-30 Januari 2011. Metode yang digunakan adalah analisis framing model Zhongdan Pan dan Gerald M. Konsicki melalui empat struktur. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui dan memahami dari keempat struktur tersebut dan menganalisa tentang kasus vonis Gayus. Dalam struktur sintaksisnya memuat judul dan lead berita dan menyusunnya ke dalam skema berita berdasarkan latar informasi, opini dan kutipan sumber yang mendukung tercapainya suatu pemahaman Dari struktur skrip, tempo menonjolkan unsur what dan why sebagai unsur berita yang paling ditekankan pada setiap penulisan beritanya dengan menggunakan gaya bahasa koherensi pembeda. Dari struktur tematik pada majalah Tempo ini menggambarkan bahwa kalimat yang digunakan wartawan dalam mengkonstruksi sebuah berita lebih berani untuk mengungkapkan kenyataan yang telah memberikan kesan bahwa majalah ini adalah majalah yang bisa membuktikan kebenaran dengan melakukan pemilihan kata dan gaya bahasa yang berani sejalan dengan berita yang disampaikannya. Dari struktur retorisnya, tempo lebih banyak menggunakan elemen grafis dalam bentuk foto, gambar dan kata-kata untuk memberi penekanan pada peristiwa yang diberitakan. Pemakaian huruf miring dan tanda kutip, menjelaskan bahwa bagian-bagian yang ditonjolkan oleh wartawan kepada khalayak pentingnya bagian tersebut. Hasil temuan yang didapat adalah majalah tempo memiliki ideologi tersendiri dalam mengkonstruksikan realitas. Majalah ini dalam mengkonstruksi berita vonis Gayus Tambunan ini lebih bersifat provokasi, yakni berusaha menggiring khalayak untuk tidak bisa menerima kebijakan pemerintah. Seperti halnya, membingkai berita yang disajikan majalah tempo untuk menggiring khalayak untuk bisa melihat bagaimana system keamanan Negara yang kurang berfungsi dengan baik. Dari konsep yang diusung Tempo pun, juga sudah terlihat bagaimana majalah ini adalah sekedar sebagai sebuah komentar atau kritik terhadap suatu peristiwa. Dengan kasus Gayus ini dikonstruksikan oleh Tempo, maka majalah ini juga memberikan citra bahwa kepemerintahan Indonesia terkesan tidak tegas dalam memberikan sangsi-sangsi pada mafia-mafia hukum yang ada. Peneliti menyarankan agar seluruh media, termasuk tempo berusaha untuk lebih bersikap netral dalam menyikapi setiap fenomena yang muncul dari proses berkembangnya isu berita, serta para pekerja media, khususnya wartawan, harus mengurangi bias dalam pemberitaannya.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Choirun, Moch.--UNSPECIFIED
Subjects: Media Massa
Uncontrolled Keywords: Analisis Framing; Kasus Vonis Gayus; Majalah TEMPO
Divisions: Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Ilmu Komunikasi
Depositing User: Editor: Library Administrator----- Information-----http://library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 16 Nov 2011
Last Modified: 30 Jan 2019 09:15
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/8145

Actions (login required)

View Item View Item