Studi analisis hukum Islam terhadap keharusan Nganyareh Kabin bagi Orang Anjhe' di Desa Jambu Kecamatan Burneh Kabupaten Bangkalan

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Saifudin, Saifudin (2009) Studi analisis hukum Islam terhadap keharusan Nganyareh Kabin bagi Orang Anjhe' di Desa Jambu Kecamatan Burneh Kabupaten Bangkalan. Undergraduate thesis, IAIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Cover.pdf

Download (375kB)
[img] Text
Abstrak.pdf

Download (130kB)
[img] Text
Daftar Isi.pdf

Download (57kB)
[img]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (117kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB II.pdf

Download (241kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB III.pdf

Download (45kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB IV.pdf

Download (89kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB V.pdf

Download (21kB) | Preview

Abstract

Skripsi ini adalah hasil penelitian lapangan tentang Keharusan Nganyareh Kabin bagi Orang Anjhe' di Desa Jambu Kecamatan Burneh Kabupaten Bangkalan Penelitian ini bertujuan menjawab pertanyaan tentang mengapa ada keharusan nganyareh kabin bagi orang anjhe' di Desa Jambu Kecamatan Burneh Kabupaten Bangkalan dan bagaimana tinjauan Hukum Islam terhadap keharusan nganyareh kabin bagi orang anjhe' di Desa Jambu Kecamatan Burneh Kabupaten Bangkalan. Berkenaan dengan permasalahan-permasalahan tersebut, maka penelitian yang dilakukan disini menggunakan metode induktif dan verifikatif. Metode induktif digunakan untuk menganalisis penjelasan dari masyarakat, tokoh masyarakat, mengenai faktor-faktor atau peristiwa-peristiwa khusus dari keharusan nganyareh kabin bagi orang anjhe', dan ditarik suatu kesimpulan yang bersifat umum berupa generelisasi. Sedangkan Analisis verifikatif digunakan sebagai tolak ukur atau menilai suatu masalah dengan adannya masalah yang lain. Hasil penelitian menyatakan bahwa keharusan melakukan ta'kidun nikah/nganyareh kabin bagi orang anjhe' adalah ketentuan adat, bahwa apabila dihari pernikahan seseorang ada orang lain yang meninggal dunia (warga setempat), maka orang tersebut harus melakukan ta'kidun nikah/nganyareh kabin pada hari yang lain. Apabila orang tersebut tidak melakukan ta'kidun nikah/nganyareh kabin akan menimbulkan musibah seperti halnya menambah rasa sakit pada orang sakit yang sedang dijenguknya. Keharusan melakukan ta'kidun nikah /nganyareh kabin bagi orang anjhe' tersebut tidak bertentangan dengan hukum Islam bahwa melakukan ta'kidun nikah boleh dilakukan oleh pasangan suami istri yang belum melakukan perceraian atau terjadi talak. Seperti yang telah dijelaskan oleh Imam Muhammad Ali Bin Husain Al-Maliki dalam kitab Qurrotu Al-'Ain bahwasannya melakukan ta'kidun nikah/ nganyareh kabin bagi orang anjhe' diperbolehkan apabila bertujuan memperkuat akad nikah yang pertama, akan tetapi menurut jumhur (mayoritas Ulama') yang lebih utama meninggalkannya. Begitu juga menurut Imam Sulaiman Al-Jamal dalam kitab Hasyiyah al-Jamal 'Ala al-Minhaj, juz IV disitu dijelaskan bahwa, sesungguhnya mengulang akad dalam nikah dan selainnya tidak merusak terhadap akad yang pertama. Hal ini berbeda dengan sebagian Ulama' dari golongan Ulama' Syafi'iyah yang menyatakan, bahwa hal tersebut dapat merusak akad yang pertama, akan tetapi menurut jumhur adalah tidak merusak akad yang pertama. Keharusan melakukan ta'kidun nikah/nganyareh kabin bagi orang anjhe' ini dapat dibenarkan. Karena ketentuan tersebut tidak bertentangan dengan Hukum Islam yang telah menjelaskan bahwa mengulang akad dalam nikah dan selainnya tidak merusak terhadap akad yang pertama. Adapun faktor-faktor yang dijadikan sebagai alasan terhadap ketentuan tersebut, dapat dibenarkan dalam hukum Islam karena, mencegah terjadinya sesuatu yang buruk itu lebih baik dari pada melakukan kebaikan.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Saifudin, Saifudin--UNSPECIFIED
Subjects: Budaya - Agama
Hukum Islam > Musyarakah
Keywords: Nganyareh Kabin; Orang Anjhe'
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga Islam
Depositing User: Editor: Library Administrator----- Information-----http://library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 03 Nov 2009
Last Modified: 02 Jul 2018 07:21
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/7950

Actions (login required)

View Item View Item