Proses berpikir siswa Kelas Lima dalam menyelesaikan Soal Cerita pada pokok bahasan Pecahan di Sekolah Dasar Negeri Jemur Wonosari I Surabaya

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Amaliya, Lisa (2009) Proses berpikir siswa Kelas Lima dalam menyelesaikan Soal Cerita pada pokok bahasan Pecahan di Sekolah Dasar Negeri Jemur Wonosari I Surabaya. Undergraduate thesis, IAIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Cover.pdf

Download (373kB)
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (27kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daf. ISI.pdf

Download (60kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab. I.pdf

Download (75kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab. II.pdf

Download (154kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab. III.pdf

Download (104kB) | Preview
[img] Text
Bab 4.pdf

Download (2MB)
[img] Text
Bab 5.pdf

Download (3MB)
[img]
Preview
Text
Bab. VI.pdf

Download (17kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daf. Pustaka.pdf

Download (41kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa pengajaran di sekolah lebih berorientasi pada pandangan bahwa matematika sebagai produk berpikir, dan kurang memberi perhatian serius pada proses berpikir itu sendiri. Padahal, berdasarkan teori perkembangan kognitif Piaget dikemukakan bahwa guru perlu mengetahui proses berpikir siswa sehingga ia menemukan jawaban dari suatu permasalahan. Untuk memperoleh informasi tentang proses berpikir siswa perlu dilakukan suatu penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap proses berpikir siswakelas lima SDN Jemur Wonosari I Surabya tahun pelajaran 2008-2009. Untuk sampai pada sasaran yang dimaksud, diajukan pertanyaan penelitian sebagai berikut: 1. Bagaimana proses berpikir siswa kelas lima dalam menyelesaikan soal cerita pada pokok bahasan pecahan?; 2. Adakah perbedaan proses berpikir siswa yang berkemampuan tinggi, sedang, dan rendah dalam menyelesaikan soal cerita pada pokok bahasan pecahan? Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan jumlah subyek 9 orang. Mereka terdiri dari 3 subyek dari kelompok siswa berkemampuan tinggi, 3 subyek dari kelompok siswa berkemampuan sedang, dan 3 subyek dari kelompok siswa berkemampuan rendah. Pengklasifikasian siswa ke dalam masing-masing kelompok, didasarkan pada hasil analisis tes I yang dilakukan oleh peneliti pada tanggal 30 Juni 2009. Nilai dari 42 siswa pada tes I diurutkan dari urutan tertinggi sampai terendah, kemudian dibagi menjadi 3 kategori, yakni kelompok siswa berkemampuan tinggi, kelompok siswa berkemampuan sedang, dan kelompok siswa berkemampuan tinggi. Pemilihan subyek tidak dilakukan secara random melainkan secara purposive dengan menggunakan criteria tertentu, yakni: 1. Siswa yang mampu menjawab semua soal tes tertulis yang diberikan oleh peneliti meskipun belum benar; 2. Dalam mengerjakan tiap soal tes, siswa tidk hanya mengerjakan (menuliskan) hasil akhirnya saja, tetapi juga menuliskan langkah-langkah pengerjaanya hingga mereka mendapatkan hasil akhir tersebut; 3. Memiliki keberanian, dapat berkomunikasi secara lisan serta mampu mengungkapkan pendapat. Dimana dalam hal ini peneliti bekerja sama dengan guru bidang studi untuk mengetahui siswa mana yang mampu mengemukakan pendapat ketika akan diwawancarai; 4. Bersedia bekerjasama untuk membantu mencapai tujuan penelitian.
Selanjutnya peneliti melanjutkan dengan pemberian tes II yang sekaligus digunakan sebagai instrument wawancara. Teknik wawancara yang digunakan adalah wawancara baku terbuka. Data yang terkumpul dianalisis melalui tahap-tahap mereduksi dat, menyajikan dat, dan menarik kesimpulan atau verifikasi. Dalam melakukan analisis proses berpikir, siswa diklasifikasikan ke dalam kelompok berpikir konseptual, berpikir semikonseptual, danberpikir komputasional. Dan dari kegiatan ini diperoleh simpulan sebagai berikut: 1) Kelompok siswa berkemampuan tinggi cenderung memiliki proses berpikir konseptual. Subyek 1 dalam kelompok ini memiliki proses berpikir konseptual, subyek 2 memiliki proses berpikir konseptual, dan subyek 3 memilki proses berpikir semikonseptual. 2) Kelompok siswa berkemampuan sedang cenderung memiliki proses berpikir semikonseptual. Subyek 4 dalam kelompok ini memiliki proses berpikir semikonseptual, subyek 5 memilki proses berpikir konseptual, dan subyek 6 memiliki proses berpikir semikonseptual. 3) Kelompok siswa berkemampuan rendah cenderung memiliki proses berpikir komputasional. Subyek 7 dalam kelompok ini memiliki proses berpikir komputasional, subyek 8 proses berpikirnya tidak dapat ditentukan dengan jelas, dan subyek 9 memilki proses berpikir komputasional.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Amaliya, Lisa--UNSPECIFIED
Subjects: Metode Pembelajaran
Psikologi
Uncontrolled Keywords: Konseptual; Semikonseptual; Komputasional
Divisions: Fakultas Tarbiyah dan Keguruan > Pendidikan Matematika
Depositing User: Editor: Library Administrator----- Information-----http://library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 02 Nov 2009
Last Modified: 30 Oct 2018 03:26
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/7894

Actions (login required)

View Item View Item